Akun Twitter Kemlu Diretas, Perlu Sistem Keamanan Two Authentication

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017, 13:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 04 207 1824753 akun-twitter-kemlu-diretas-perlu-sistem-keamanan-two-authentication-ZFMJvRefoR.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Akun Twitter Kementerian Luar Negeri (Kemlu) baru-baru ini membuat geger publik. Pada Minggu (3/12/2017), akun Kemlu mem-posting konten porno dengan keterangan menggunakan bahasa arab.

Postingan kontroversial tersebut hanya bertahan beberapa saat dan langsung dihapus oleh admin Kemlu. Namun publik bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Pihak Kemlu sendiri menengarai adanya tindakan peretasan pada akun Twitter mereka. Karena itu, pasca kejadian pihak Kemlu meminta maaf dan akan meningkatkan keamanan pada akun-akun media sosial yang mereka miliki.

Dalam keterangan resminya, pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa memang akun media sosial pemerintah maupun tokoh terkenal rawan menjadi sasaran peretasan. Dia mencontohkan bagaimana peretasan pada akun pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan pendiri Twitter Jack Dorsey.

Baca juga: Akun Twitter-nya Unggah Konten Porno, Kementerian Luar Negeri Lakukan Investigasi

“Peretasan pada akun-akun pemerintah maupun tokoh terkenal memang sering terjadi. Karena itulah perlu ada peningkatan standar keamanan, baik dari jaringan, alat yang dipakai, juga behavior para adminnya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” jelas Pratama Persadha, Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) melalui keterangan resminya.

Menurutnya, tidak ada kesengajaan dari para admin mem-posting konten porno tersebut. Bila dilihat dari posting-an yang ada memang ada kesengajaan dari pihak luar mem-posting konten porno tersebut.

“Yang jamak terjadi sebenarnya ada admin yang secara tidak sengaja melihat konten porno lalu terpencet tombol retweet. Namun dalam kasus akun Kemlu ini, postingan porno tersebut bukan berupa retweet ataupun favorit, sehingga memang benar-benar muncul sebagai postingan baru,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Ditambahkan oleh Pratama, yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana para peretas ini bisa mendapatkan password dari akun Twitter Kemlu.

Baca juga: Akun Twitter Kementerian Luar Negeri Tampilkan Konten Porno, Pakar IT: Human Error

“Ada beberapa kemungkinan, yang paling banyak terjadi adalah admin menjadi korban phising. Dalam beberapa kejadian peretasan akun selebriti, mereka melakukan klik pada link yang dikirim di inbox maupun postingan asing tertentu,” terangnya.

Pratama menjelaskan pasca seorang admin melakukan klik pada link asing tersebut, bisa saja diarahkan para halaman Twitter yang palsu. Di sanalah peretas bisa mendapatkan password akun tersebut. Ada juga beberapa situs yang menyediakan layanan untuk mengetahui password akun media sosial orang lain.

“Untuk mengurangi tindakan peretasan ini, yang pertama dilakukan adalah meningkatkan keamanan akun. Minimal mengaktifkan fitur two authentication yang ada di setiap layanan media sosial. Selanjutnya melakukan hal yang sama pada email yang digunakan sebagai identitas pendaftaran pada media sosial tersebut,” terang Pratama.

Dengan mengaktifkan langkah two authentication, ke depan bila ada usaha login (masuk) ke akun media sosial harus memasukkan sejumlah angka yang biasanya dikirim lewat SMS maupun aplikasi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini