Peneliti Temukan Karya Seni Berusia 2.000 Tahun, Nih Fotonya!

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017, 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 04 56 1825096 peneliti-temukan-karya-seni-berusia-2-000-tahun-nih-fotonya-EYYgncsnKP.jpg (Foto: Johny Isla)

LIMA - Para arkeolog telah menemukan geoglyph (gambar atau motif besar yang terukir pada tanah) yang telah “hilang” lama di bukit Peru. Ukiran gambar paus besar pembunuh itu membentang lebih dari 60 meter dan diperkirakan berusia di atas 2.000 tahun, lebih tua dari Garis Nazca yang berada di dekatnya.

Para ahli mengatakan warga yang pernah mendiami kawasan tersebut menganggap paus pembunuh, atau orca, sebagai dewa laut yang kuat. Geoglyph itu mungkin termasuk yang tertua di wilayah tersebut, tetapi saat ini situs itu terancam oleh para ‘pedagang tanah’.

Menurut Bradshaw Foundation, Geoglyph orca ditemukan pada 1960 oleh tim arkeolog Jerman, tetapi selama beberapa dekade setelahnya, geoglyph itu dianggap lenyap.

Baca juga: Masya Allah, Fakta-Fakta Menarik Ikan Paus Terungkap dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Tak banyak jejaknya yang terlacak, tetapi akhirnya ditemukan lagi dalam upaya yang dipimpin oleh Johny Isla, Ica branch dari Kementerian Kebudayaan Peru. Ukiran orca sepanjang 70 meter itu ditemukan di daerah Palpa, Peru selatan.

Mereka pertama kali mencoba mencarinya lewat Google Earth, tetapi lokasi dan ukurannya tidak dijelaskan dengan baik. Akhirnya, para arkeolog tersebut berangkat dengan berjalan kaki, dan menemukannya setelah berbulan-bulan mencari di Januari 2015.

Palpa terletak di dekat provinsi Nazca – lokasi bagi hamparan luas 'Garis Nazca' yang diukir oleh orang-orang Nazca antara 100 SM dan AD 800. Para ahli mengatakan orca itu kemungkinan dibuat dengan menyingkirkan lapisan batu di sepanjang lanskap dalam garis bentuk figurnya.

Baca juga: Wow! Ini Dia Penampakan Paus Bungkuk Putih yang Langka

Hal tersebut mirip dengan metode yang digunakan oleh budaya Nazca, tetapi para peneliti mengatakan terdapat beberapa perbedaan yang menunjukkan bahwa orca Palpa jauh lebih tua. Mata dan bagian desain lain orca terbuat dari tumpukan batu.

Para peneliti mengatakan ini adalah ciri khas budaya Paracas, yang mendiami wilayah tersebut dari 800 SM sampai 200 SM, dilansir dari Daily Mail, Senin (4/12/2017).

Pada musim semi lalu, tim tersebut kembali ke sana untuk membersihkan dan memperbaiki geoglyph. Para ahli memperingatkan bahwa karya seni yang baru ditemukan kembali itu sedang dalam bahaya, karena para 'pedagang tanah' telah mempertaruhkan klaim mereka dan mengancam untuk mendirikan bangunan di atas tanah tersebut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini