Cegah Pelecehan Seksual, Bos Facebook Desak Perusahaan Terapkan Kebijakan

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017, 21:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 05 207 1825658 cegah-pelecehan-seksual-bos-facebook-desak-perusahaan-terapkan-kebijakan-eTQf0ElTmN.jpg (Foto: Reuters)

MENLO PARK - Bos Facebook Sheryl Sandberg mendesak perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang jelas terkait pelecehan seksual terhadap perempuan. Hal ini dilakukannya lantaran ia menyadari besarnya potensi pelecehan seksual yang terjadi di perusahaan.

Ia bahkan mengakui bahwa dirinya pernah mengalami pelecehan seksual di perusahaan, namun bukan oleh karyawan internal Facebook. Hal ini ia sampaikan melalui serangkaian posting-an Facebook-nya.

“Saya telah mengalami pelecehan seksual yang tak diinginkan saat melakukan pekerjaan saya,” tulis Sandberg.

Baca: Facebook Buka Kantor Baru Rekrut 2.300 Karyawan, Berminat?

Ia juga mengatakan sempat diganggu saat ia berada di hotel hingga akhirnya ia memanggil petugas keamanan. Kegelisahan Sandberg juga memuncak setelah skandal seksual yang melibatkan pimpinan perusahaan terungkap. Inilah yang turut mendorongnya bereaksi atas tindakan yang merugikan perempuan tersebut.

Beberapa nama yang terkait kasus itu, yang ia cantumkan dalam posting-annya termasuk Harvey Weinstein, Kevin Spacey dan Matt Lauer. Menurutnya, mendorong para korban untuk mengungkap pelecehan yang dialaminya saja tidaklah cukup.

“Berperilaku dengan benar terhadap perempuan di tempat kerja bukan berarti hanya menghormatinya saja. Namun juga tidak mengisolasi atau mengabaikannya, dan membuat akses yang sama,” katanya.

Baca juga: Sempat Jadi Bos 12 Tahun Lalu, Ini Pernyataan Mengejutkan Presiden Facebook!

Ia juga merekomendasikan setiap perusahaan untuk menerapkan prinsip dan kebijakan yang jelas untuk mendukung pencegahan pelecehan seksual.

"Terlalu banyak tempat kerja yang tidak memiliki kebijakan yang jelas tentang bagaimana menangani tuduhan pelecehan seksual,” ujarnya.

Kebijakan yang ia rekomendasikan mencakup pembuatan sesi pelatihan terkait perilaku yang tepat di tempat kerja, menindak semua klaim dengan serius, memproses penyelidikan dan menindak cepat serta tegas pada pihak yang bersalah. Demikian seperti dilansir The Guardian, Selasa (5/12/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini