Penjelasan Sains Bagaimana Supermoon Bisa Terjadi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017, 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 05 56 1825302 penjelasan-sains-bagaimana-supermoon-bisa-terjadi-Ufke0yp76T.jpg (Foto: RT)

JAKARTA - Fenomena supermoon jadi perbincangan publik di dunia maya, pun di dunia nyata. Pasalnya, rupa bulan yang begitu sempurna bulatnya, dan terang cahayanya sungguh menarik perhatian, hingga sanggup membuat siapa saja yang melihatnya tertawan.

Warganet beramai-ramai mengabadikan kecantikan, dan keindahan supermoon yang terjadi semalam. Bahkan, sebagian orang yang memiliki peralatan fotografi mendukung berhasil mengabadikan super moon dengan hasil yang apik. 

Namun, tahukah Anda bagaimana proses supermoon terjadi. Melansir dari The Telegraph, Senin (4/12/2017), fenomena supermoon terjadi ketika bulan telah mencapai titik terdekatnya dengan bumi, yang dikenal sebagai bulan perigee.

Baca juga: Ini Dia Foto-Foto Menakjubkan Fenomena Supermoon

Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips atau oval, ketika Bulan mengalami fase purnama, maka terjadilah supermoon. Fenomena supermoon yang terlihat pada 3 dan 4 Desember 2017, jadi kesempatan terakhir di 2017 ini, sekaligus menutup tahun dengan keindahannya.

Masih dari sumber yang sama, menurut pemaparan pengamat, Bulan pada fenomena supermoon tampak sekira tujuh persen lebih besar, dan 15 persen lebih terang cahayanya, meski perbedaannya tidak terlalu tampak oleh mata manusia. Pada masa lalu, Bulan juga pernah mengalami supermoon pada 1948, sekaligus jadi waktu terdekat Bulan dengan Bumi.

Baca juga: Ini yang Terjadi di Bumi saat Supermoon

Lebih lanjut, menurut NASA, pada 25 November 2034, Bulan akan lebih dekat lagi jaraknya dari Bumi, sekaligus menandakan fenomena supermoon yang ketiga kalinya. Pasalnya, setelah fenomena supermoon semalam tidak akan ada lagi fenomena tersebut, kecuali nanti pada 25 November 2034 mendatang yang ukurannya akan jauh lebih besar lagi.

Bulan yang tampak cantik semalam, keberadaannya di seberang matahari di langit yang jaraknya sejauh 222.761 mil dari Bumi, yang artinya lebih dekat dari jarak biasanya, yang rata-rata sejauh 238.900 mil.  

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini