Aplikasi Keyboard di Android Bocorkan 31 Juta Informasi Pribadi, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017, 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 06 207 1825880 aplikasi-keyboard-di-android-bocorkan-31-juta-informasi-pribadi-kok-bisa-2oIXz6m6OG.jpg Ilustrasi. (Foto: Android Authority)

JAKARTA - Sebuah laporan yang datang dari Kromtech Security Center mengungkap 31.293.959 data pribadi pengguna yang dibocorkan oleh aplikasi di Android. Data yang dicuri diketahui tersebar di internet.

Aplikasi bernama AI.type diketahui mengumpulkan data penggunanya. Karena kurangnya perlindungan kata sandi untuk server, jadi penyebab 577 GB data informasi yang tersebar.

Informasi yang bocor meliputi data registrasi. Data ini mengandung nama ponsel, nomor IMEI, jaringan seluler yang digunakan, nama pemiliki ponsel, resolusi layar, dan nomor SMS.

Baca juga: Google Hadirkan 2 Aplikasi yang Irit Kuota, Apa Itu?

Lebih parah lagi, aplikasi tersebut juga mengambil informasi dari profil media sosial termasuk tanggal lahir, alamat email, foto dan lainnya. Selain itu AI.type juga dapat mengetahui aplikasi apa saja yang dipasang di ponsel penggunanya.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu (6/12/2017), AI.type pertama kali diluncurkan pada 2010 dan telah diunduh sekira 40 juta kali di Play Store.

Menurut laporan tersebut, selain 31,2 juta pengguna yang terkena dampak kebocoran, database lain ditemukan mengandung tambahan 753.456 pengguna.

"Secara teoritis, cukup logis bahwa siapa pun yang telah mengunduh dan memasang keyboard virtual Ai.Type di ponsel mereka telah membuat semua data telepon mereka terbuka untuk online," kata Bob Diachenko, kepala komunikasi Kromtech Security Center.

Baca juga: 4 Aplikasi Chatting Terpopuler, Nomor 2 Raih Miliaran Pengguna

"Hal ini menimbulkan bahaya nyata bagi penjahat cyber yang dapat melakukan kecurangan atau penipuan dengan menggunakan rincian tersebut," imbuhnya.

AI.type menyangkal adanya kebocoran tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa perhatian utamanya adalah privasi pengguna, dan teks yang ditulis dengan menggunakan keyboard telah dienkripsi.

Namun halaman ZD.Net mengatakan bahwa mereka menemukan tanda-tanda teks yang diketik di aplikasi dicatat dan disimpan oleh perusahaan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini