Industri Tekstil Mulai Merambah ke Teknologi Digital 4.0

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017, 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 06 207 1825987 industri-tekstil-mulai-merambah-ke-teknologi-digital-4-0-8m9jNz0ZZS.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Teknologi digital tidak hanya dimanfaatkan oleh sektor konsumen, kini sejumlah perusahaan ramai-ramai beralih ke teknologi 4.0, tak terkecuali di bidang industri.

Alur kebutuhan sparepart mesin tekstil dan busana yang masih 'kolot', membuat industri ini menjadi kurang maksimal dalam mengembangkan usahanya.

Dalam pameran industri tekstil tahunan terbesar di China bernama ShanghaiTex 2017 atau International Exhibition on Textile Industry ke-18 yang digelar belum lama ini, menggambarkan bagaimana industri tekstil di masa depan yang sesuai dengan tema “Textile for Smarter Future” atau Tekstil untuk Masa Depan yang Lebih Cerdas.

Dengan fokus pada Industri 4.0, ShanghaiTex 2017 berharap bisa mendorong industri tekstil secara keseluruhan untuk menjadi lebih digital dengan mengedepankan kemajuan teknologi dalam hal produksi, digitalisasi, keberlangsungan, dan servitisasi.

Acara tahun ini diadakan pada Shanghai New International Expo Centre dan mendatangkan lebih dari 60.000 pengunjung dan 1.200 eksibitor yang berasal lebih dari 80 negara.

88Spares sebagai platform digital baru yang menjadi bagian dari acara tersebut membantu para vendor suku cadang mesin untuk menjual produknya secara langsung kepada pembeli, melewati perantara tengah dalam prosesnya. Dengan begitu, pembeli bisa menghemat biaya dan vendor pun bisa mendapatkan untung lebih.

“Alasan utama kami membangun platform ini adalah untuk mengatasi permasalahan utama yang terus berlanjut di industri tekstil,” ungkap Rosari Soendjoto, CMO sekaligus Co-founder dari 88Spares.com.

Dalam acara tersebut, tim 88Spares juga bertemu dan mengajak vendor-vendor Eropa untuk bergabung dalam platform mereka.

“Hal yang kita pelajari setelah berbincang-bincang dengan vendor-vendor kami di Eropa adalah banyak sekali bisnis mesin tekstil yang membutuhkan solusi efisien agar bisa siap dan bertahan dalam industri 4.0,” tambah Rosari.

Permasalahan yang sering dihadapi cenderung berpusat pada rantai pemasokan yang terlampau panjang antara vendor ke pembeli yang membuat keuntungan untuk kedua belah pihak semakin mengecil.

“Fokus kami ketika membangun teknologi pada platform kami—dari fitur e-commerce sederhana hingga teknologi tingkat tinggi yang melibatkan Kecerdasan Buatan—adalah membantu menyelesaikan permasalahan ini bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberdayakan industri secara keseluruhan,” ungkap Rosari.

“Kami tidak ingin menjadi disruptor dalam Industri ini. Justru sebaliknya, kami ingin menjadi faktor pemberdaya dan agen perubahan yang mempersiapkan seluruh pemain untuk menyambut revolusi Industri 4.0,” kata Hartmut. “Inilah mengapa kami membawa semua anggota tim ke ShanghaiTex 2017.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini