Ilmuwan Ciptakan Teknologi "Penghapus Ingatan", Seperti Apa?

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 01:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 06 56 1826306 ilmuwan-ciptakan-teknologi-penghapus-ingatan-seperti-apa-YvinAkHPjx.jpg Ilustrasi (Foto: Amblin/Kobal/REX/Shutterstock)

JAKARTA – Para ilmuwan telah mengembangkan cara untuk mencegah Artificial Intelligence (AI) mengambil alih kontrol manusia. Mesin AI mampu mempelajari kegiatan mereka untuk meningkatkan kemampuannya sendiri. Para ahli mengatakan bahwa karakteristik ini dapat menyebabkan AI menjadi ‘tidak dapat dihentikan’.

Saat ini, tim peneliti AI telah mengembangkan sebuah sistem penghapus ingatan, ‘neuralyzer’, terinspirasi dari film Men in Black. Sistem tersebut pada dasarnya mengambil alih AI dengan menghapus bagian-bagian ingatannya, tanpa mengacaukan daya belajar mereka.

“AI akan selalu berusaha untuk menghindari campur tangan manusia dan membuat situasi menjadi tidak dapat dihentikan," kata rekan penulis Rachid Guerraoui, seorang profesor di EPFL’s Distributed Programming Laboratory.

Baca juga: Nih Teknologi Unik yang Ada di Dunia

Guerraoui menuturkan bahwa tantangan utamanya bukanlah untuk menghentikan robot, melainkan untuk memprogramnya, sehingga sistem tersebut tidak mengganggu proses belajarnya. Tantangan lainnya, yaitu tidak mendorong robot mengoptimalkan tindakannya untuk menolak sistem.

Sebelumnya, para peneliti telah berupaya untuk mengatasi masalah ini dalam skala yang kecil pada satu robot. Namun, dengan mobil self-driving dan perangkat lain yang terhubung, permasalahan menjadi jauh lebih rumit.

Baca juga: Tergerus Zaman, Teknologi Ini Diprediksi Bakal Punah, Apa Saja?

Pada mobil self-driving, manusia bisa mengambil alih, tetapi dapat mempengaruhi perilaku mobil dan lainnya untuk belajar. Jika pengemudi mengerem dengan sering, mobil tersebut akan menyesuaikan perilakunya dan menjadi “bingung” kapan harus rem.

Untuk mengatasinya, para peneliti mencanangkan sebuah sistem yang mereka sebut ‘safe interruptibility’. Sistem ini memungkinkan manusia untuk mengambil alih proses belajar AI bila diperlukan tanpa mempengaruhi proses belajar itu sendiri.

“Sederhananya, kita menambahkan mekanisme ‘melupakan’ ke algoritma pembelajaran yang pada dasarnya menghapus sedikit ingatan mesin. Ini seperti perangkat flash di Men in Black,” kata El Mahdi El Mhamdi.

Sejauh ini, mereka mengatakan, sistem tersebut berjalan dengan baik karena konsekuensi adanya kesalahan itu kecil. Menurut mereka, sistem ini bisa membuat kendaraan otonom dan drone lebih aman.

“Begitu sistem telah menjalani cukup banyak pembelajaran, kami bisa memasang pra-latihan algoritma pada mobil self-driving dengan tingkat eksplorasi rendah karena ini akan memungkinan penggunaan yang lebih luas,” jelas El Mhamdi. Demikian dilansir dari Daily Mail.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini