Perkuat Go-Pay di 2018, CEO Go-Jek: Kami Pasti Akan IPO

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 207 1826594 perkuat-go-pay-di-2018-ceo-go-jek-kami-pasti-akan-ipo-jBAK3qQ7FL.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Go-Jek merupakan statup pertama yang mencapai valuasi senilai USD1 milliar sehingga disebut sebagai Unicorn. Startup yang bergerak di bidang transportasi online itu kini tengah fokus pada bisnis inti dan juga fintech melalui layanan Go-Pay.

Ketika ditanya soal rencana untuk melantai di bursa, CEO Go-Jek Madiem Makarim, memastikan bahwa perusahaannya memiliki rencana tersebut.

"Kami pasti akan membuka IPO (initial public offering)," kata Nadiem yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (7/12/2017). Tapi sayangnya pria kelahiran Singapura itu belum mau mengungkap waktu pastinya dengan mengatakan, "Semoga bisa dalam beberap tahun berikutnya".

Baca juga: Go-Jek Rilis Layanan Pembayaran Go-Bills, untuk Apa Saja

Saat ini Go-Jek telah mendapatkan investasi dari KKR & Co dan Warburg Pincus LLC. Dengan suntikkan dana, Go-Jek akan memperluas layanan pembayanan digital Go-Pay pada 2018. Nadiem mengatakan bahwa Go-Pay akan menjadi prioritas utamanya.

Saat ini, pengguna memakai Go-Pay untuk membayar berbagai layanan di aplikasi Go-Jek. Nadiem memiliki tujuan agar pelanggannya membeli kopi, belanjaan, tiket dan barang-barang lainnya di luar wilayah layanan Go-Jek. "2018 akan menjadi tahunnya Go-Pay," kata Nadiem.

Ia menambahkan bahwa fokusnya saat ini adalah melakukan kerja sama dengan perusahaan lain sehingga Go-Pay bisa digunakan secara offline dan online di Indonesia.

Baca juga: Saingi Grab, Go-Jek Bakal Ekspansi ke 3 Negara Asia Tenggara

Nadiem mengatakan bahwa tujuannya adalah agar orang Indonesia berkeliling kota dengan Go-Jek tanpa harus memikirkan apakah mereka membawa dompet atau tidak.

Namun ia juga mengakui terdapat tantangan untuk mewujudkan ambisinya. "Tantangan terbesar adalah tidak memiliki cukup sumber daya untuk menjalankan ambisi kita. Dulu persaingan, tapi tidak lagi," pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini