Planet Asing Ini Dijuluki 'Bumi Versi Besar', Bisakah Dihuni Manusia?

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 56 1826627 planet-asing-ini-dijuluki-bumi-versi-besar-bisakah-dihuni-manusia-VztQcYq1kN.jpg (Foto: University of Montreal)

JAKARTA - Exoplanet K2-18b bisa dianggap sebagai Bumi versi besar, atau super-Earth. Menurut tim peneliti dari Amerika dan Kanada, kondisi planet tersebut sesuai untuk menampung kehidupan alien.

Pada 2015, K2-18b ditemukan berputar mengelilingi K2-18, bintang kerdil merah atau red-dwarf yang terletak sekira 111 tahun cahaya di Konstelasi Leo. Exoplanet itu berada di zona yang berpotensi huni, dari bintang induknya, yang membuatnya ideal untuk menampung air di permukaannya, elemen penting dalam segala bentuk kehidupan.

Meskipun begitu, tak banyak yang diketahui tentang exoplanet sebelumnya, terutama komposisinya. Hal itu menjadi alasan para peneliti dari Universitas Texas dan Universitas Montreal untuk mencari tahu apakah K2-18b adalah versi Bumi yang lebih besar dan berbatu, atau objek yang mengandung gas seperti Neptunus.

Baca juga: Dahsyat! Suhu Exoplanet Terpanas Capai 2.000 Derajat Celsius

"Jika Anda mengetahui massa dan radiusnya, Anda dapat mengukur kepadatan massa planet ini dan itu bisa menunjukkan terbuat dari apa massa planet tersebut," kata penulis utama Ryan Cloutier.

Dengan ide tersebut, mereka dapat mengetahui K2-18b dengan menggunakan pengukuran kecepatan radial dari Acceleration Radial Velocity Planet Searcher - atau instrumen Harps - yang dipasang pada teleskop 3.6m European Southern Observatory (ESO) di La Silla Observatory di Chile.

Analisis tersebut mengungkapkan bahwa K2-18b adalah sebuah planet berbatu besar dengan atmosfer gas seperti Bumi atau sebuah planet yang sebagian besar mengandung air dan lapisan es tebal di atasnya.

Baca juga: Luar Biasa! NASA Temukan 3 Exoplanet Baru, Diduga Dihuni Alien?

Namun, itu bukan satu-satunya yang ditemukan peneliti. Analisis pengukuran kecepatan radial juga membantu mereka menemukan planet lain berputar mengelilingi K2-18.

Sinyal dari orbit K2-18b muncul setiap 33 hari, sedangkan sinyal dari planet lain, bernama K2-18c, setiap sembilan hari. Exoplanet yang baru ditemukan juga tampaknya merupakan super-Earth dengan massa lebih banyak daripada Bumi, tapi terlalu dekat dengan bintang induknya, yang membuatnya terlalu panas, tidak seperti tetangganya.

"Berkesempatan mengukur massa dan kepadatan K2-18b sangatlah luar biasa, tapi untuk menemukan exoplanet adalah suatu keberuntungan dan juga menggembirakan," Cloutier menambahkan.

Tim peneliti berencana untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang planet-planet super-Earth menggunakan James Webb Space Telescope yang akan meluncur pada 2019. Demikian dilansir dari International Business Times.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini