Ilmuwan Temukan Cara Suntik Informasi ke Otak Manusia

Lely Maulida, Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017, 16:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 09 56 1827898 ilmuwan-temukan-cara-suntik-informasi-ke-otak-manusia-nTKCCMszV9.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Para ilmuwan telah menemukan cara untuk menyuntikkan informasi secara langsung ke otak manusia. Ini menjadi terobosan dalam menciptakan perawatan yang lebih baik saat terjadi cedera otak.

Sebagai bagian dari sebuah studi baru, tim ilmuwan syaraf telah menunjukkan bahwa arus listrik kecil yang dikirimkan ke area otak yang memulai gerakan, dapat membantu memberikan instruksi tertentu ke otak yang memandu gerakan.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Neuron belum lama ini menunjukkan bahwa tingkat stimulasi listrik yang sangat rendah yang dikirim langsung ke korteks premotor, bisa mengistruksikan respons atau tindakan yang tepat.

Menurut peneliti, reaksi ini pada dasarnya menggantikan sinyal yang biasanya diterima manusia dari bagian otak yang memproses apa yang didengar, lihat dan rasakan.

“Peneliti tertarik untuk menstimulasi korteks sensorik primer - korteks somatosensori, korteks visual dan korteks pendengaran, untuk memasukkan informasi ke otak,” kata penulis senior Marc H. Schieber, seorang dokter dan peneliti di University of Rochester dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti ahli muda yang bekerja dalam penelitian ini mengatakan bahwa temuan tersebut pada akhirnya dapat membantu dokter untuk mengobati orang dengan kerusakan otak akibat stroke atau cedera menjadi lebih baik.

Dalam studi baru para peneliti melatih monyet melakukan tugas saat diberi isyarat visual, baik memutar, mendorong atau menarik benda tertentu dengan menggunakan lampu yang berbeda. Hewan-hewan ini secara bersamaan menerima stimulus listrik yang sangat ringan di berbagai area korteks premotor tergantung pada tugas dan kombinasi cahaya.

Para peneliti kemudian mereplikasi eksperimen tersebut, namun mereka menggunakan lampu dan terus memberikan stimulasi mikro. Dalam hal ini monyet masih bisa mengidentifikasi dan melakukan tugasnya bahkan saat pasangan stimulasi mikro dengan tindakan tertentu dirancang untuk membuat tugas lebih sulit.

“Sebagian besar bekerja pada pengembangan masukan ke otak untuk digunakan dengan antarmuka brain-computer, telah berfokus terutama pada area sensorik otak,” terang Kevin Mazurek, Ph.D. dari University of Rochester dalam sebuah pernyataan.

“Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa Anda dapat memperluas real estate syaraf yang dapat ditargetkan untuk terapi,” ujarnya.

Peneliti kini mengharapkan temuan dari penelitian ini memiliki kontribusi penting bagi orang-orang yang telah kehilangan fungsi di daerah otak mereka karena stroke, cedera atau penyakit lainnya.

“Kami berpotensi memotong bagian otak yang rusak dimana koneksinya telah hilang dan menyampaikan informasi ke bagian otak yang utuh,” kata Mazurek memungkas. Demikian seperti dilansir IB Times, Minggu (10/12/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini