Apple Diam-Diam Akuisisi Shazam Rp5,4 Triliun, untuk Apa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 207 1828719 apple-diam-diam-akuisisi-shazam-rp5-4-triliun-untuk-apa-aAwrfrtSq3.jpg (Foto: The Verge)

JAKARTA - Apple dikabarkan sedang merampungkan akuisisi terhadap aplikasi Shazam. Halaman TechCrunch melaporkan, kesepakatan akuisisi kedua perusahaan mencapai USD400 juta atau sekira Rp5,4 triliun.

Akuisisi ini menguntungkan Apple untuk memperluas layanan musiknya selain Apple Music. Selain itu Apple juga bisa menghemat biaya komisi kepada Shazam untuk pembelian konten di iTunes. Pasalnya, Shazam memperoleh 10% pendapatan dari penjualan konten musik digitalnya dari Apple.

Akuisisi Shazam juga bisa memperkuat persaingan Apple dengan kompetitornya seperti Spotify dan Google Play Music. Pengguna Shazam kabarnya telah menyentuh angka satu juta per harinya.

Baca juga: Usai Bikin Markas Baru, Jony Ive Balik ke Singgasana di Apple

Shazam juga memiliki kerja sama dengan media sosial Snapchat, namun tak diketahui apakah akuisisi ini dapat memengaruhi kesepakatan antar perusahaan.

Apple dapat memanfaatkan teknologi augmented reality yang dimiliki Shazam untuk pengenalan visualnya. Teknologi tersebut telah dirilis Shazam pada 2015 lalu. Dengan augmented reality pengguna aplikasi Shazam bisa memindai majalah, buku, poster, dan iklan berbentuk fisik lainnya yang diubah menjadi 3D.

Apple sendiri telah membangun tool bernama ARKit yang digunakan untuk mewadahi teknologi augmented reality. Jika dimanfaatkan lebih jauh, mereka bisa menjadi pesaing dari Google Lens, demikian dikutip dari The Verge, Senin (11/12/2017).

Baca juga: CEO Apple Optimis Aplikasi yang Diblokir di China Segera "Bebas"

Shazam adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya mengenali lagu, film, acara TV dan klip video. Saat ini aplikasi itu telah diunduh sebanyak satu miliar kali. Shazam populer hampir selama 19 tahun sejak didirikan pada 1999.

Layanan Shazam telah menghasilkan keuntungan sebesar USD54 juta pada 2016. Namun perusahaan itu juga masih harus mengalami kerugian sebesar USD5,3 juta di tahun yang sama. Kemungkinan itulah penyebab mengapa Shazam menyerah kepada Apple.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini