nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Serat Optik Sepanjang 4.600 KM, XL Hindari Ketergantungan dengan Singapura

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 16:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 54 1828615 bangun-serat-optik-sepanjang-4-600-km-xl-hindari-ketergantungan-dengan-singapura-1KdFnX9De6.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Lely Maulida/okezone)

JAKARTA - XL Axiata membangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Australia dengan Singapura melalui perairan Indonesia. Proyek ini akan dibangun dengan serat optik sepanjang 4.600 kilometer. Proyek ini juga akan membantu Indonesia mengakses jaringan global melalui Australia.

"Proyek SKKL ini akan menyambungkan Indonesia ke traffict global. Dengan adanya (proyek) ini akses internet dapat dialihkan ke jaringan alternatif," kata Dian Siswarini, CEO XL Axiata dalam sambutannya di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dijelaskan Dian, SKKL yang dibangunnya bersama Alcatel dan Vocus ini mampu menyediakan kapasitas hingga enam kali lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini.

Baca juga: Duh, Jaringan XL Axiata Bermasalah, Netizen: Kenapa Sinyal XL Hilang Terus

"Dengan kapasitas mencapai 30 Tb untuk jalur Jakarta dan Singapore, serta 20 Tb antara Jakarta - Perth, berarti SKKL ini mampu menyediakan kapasitas hingga 6x lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini," papar Dian.

Lebih lanjut Dian memaparkan bahwa ketersediaan bandwidth yang sangat besar itu juga akan berdampak kepada pelanggan termasuk pelanggan korporasi. Rute alternatif melalui Australia juga akan mengurangin ketergantungan pada Singapura yang hingga saat ini menjadi jalur utama menyalurkan trafik dari Indonesia ke jaringan global meski rawan dengan gempa bumi.

"Dengan demikian, apabila jaringan internet yang melalui Singapura terjadi gangguan, maka akses Internet dari Indonesia menuju jaringan global tidak akan ikut terganggu karena tersedia pilihan untuk bisa dialihkan melalui jalur alternatif tersebut," ujarnya.

Baca juga: XL Axiata Lepas Saham, Bagaimana Nasib Karyawan Elevenia?

Langkah XL Axiata ini juga disambut baik oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Dalam sambutannya, menteri yang akrab disapa Chief RA ini mengingatkan agar setiap operator telekomunikasi tetap mengusung strategi bisnis yang sehat.

"Selamat kepada XL yang telah membangun kabel laut berama mitranya. Yang diinginkan oleh kita industri yang efisien sehingga operator memberikan harga yang affordable. Namun banyak variabel yang bikin nggak efisien, salah satunya karakteristik masyarakat yang senang akses ke luar, hostingnya juga luar terus, akibatnya trafiknya Indonesia tapi ngambilnya dari luar. Tidak bisa dihindarkan karena masyarakat Indonesia inginnya murah. Ini jadi perhatian pemerintah bagaimana industri sehat," papar Chief RA.

Untuk proyek SKKL ini sendiri, menghabiskan dana sekira USD170 juta. Sayangnya baik Alcatel, Vocus, maupun XL Axiata enggan mengungkap besaran masing-masing investasi untuk proyek ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2018 tersebut. (lnm)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini