Menkominfo: Kalau Ada Pesan Bunyinya "Ayo Viralkan" dan "Dari Kamar Sebelah" Hapus Saja!

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 22:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 54 1828813 menkominfo-kalau-ada-pesan-bunyinya-ayo-viralkan-dan-dari-kamar-sebelah-hapus-saja-IySRFSuhw8.jpg (Foto: Khafid Mardiansyah/Okezone)

TASIKMALAYA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau kepada masyarakat untuk pintar dalam berinternet, terutama saat berinteraksi dengan media sosial.

Rudiantara menyebutkan bahwa dalam media sosial kini, ada banyak kabar tak jelas yang berusaha memecah belah bangsa. Ia pun memberikan sedikit tips tentang bagaimana mendeteksi suatu kabar palsu di media sosial.

"Hati-hati sama pesan yang ada bunyi 'ayo viralkan', ini kayak ngajak orang buang pulsa, atau bunyi 'dari kamar sebelah', eta teh kamarna saha? (Itu kamarnya siapa?). Jangan gampang percaya sama pesan kayak gitu. Kalau bertemu pesan serupa, udah langsung hapus saja, jangan dibagikan ke grup-grup biar kesannya kita yang pertama tau hal itu, gak boleh itu, udah langsung hapus saja pesannya," ujar Rudiantara saat meresmikan Desa Broadband bersama Mendes Eko Putro Sanjoyo di Desa Mandala Mekar, Tasikmalaya, belum lama ini.

Rudiantara pun mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah diadu domba. Jika menemukan pesan yang dianggap provokatif dan menyudutkan, Rudiantara meminta warga untuk segera tabayun, atau mencari kejelasan terhadap kabar tersebut.

"Untuk menghindari kabar palsu, atau bahasa kerennya hoax, kuncinya cuma tiga. Yang pertama tabayun, kedua tabayun, dan ketiga juga tabayun. Tabayun adalah kunci utama dalam menghindari hoax, biasakan untuk mencari informasi secara jelas," ungkap Rudiantara.

Sementara itu, direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Niken Widiastuti menganjurkan kepada masyarakat yang telah merasakan Program Desa Broadband, untuk selalu menggunakan internet untuk hal yang positif dan menghindari semua hal yang negatif dalam internet.

"Misal ada produk unggulan Tasikmalaya, dari hasil pertanian, peternakan, dan pariwisata, bisa disebarluaskan di media sosial" kata Niken.

Selain itu, Niken juga menyuluhkan untuk selalu waspada terhadap konten-konten yang bersifat Hoax, ujaran kebencian, dan aliran yang melenceng dari pancasila.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini