Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Penemuan Penting di Planet Mars, Nomor 3 Jadi Tanda Adanya Kehidupan

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 11 56 1828668 5-penemuan-penting-di-planet-mars-nomor-3-jadi-tanda-adanya-kehidupan-DJ3C889D4r.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Para ilmuwan terus melakukan penelitian untuk mengungkap misteri di planet Mars. Mereka menelusuri setiap kemungkinan untuk mengetahui dukungan kehidupan selain di Bumi.

Tapi tak jarang juga penemuan yang diungkap oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menjadi dugaan soal makhluk cerdas penghuni luar angkasa yang disebut alien. Seperti apa penemuan yang pernah terungkap? Berikut ini rangkumannya.

Pola Unik di Mars

Pola bergaris yang ada di salah satu permukaan Mars menjadi bahan penelitian para ilmuwan. Mereka menduga pola tersebut merupakan jalur aliran air yang bisa mengindikasikan adanya dukungan kehidupan.

Namun berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Geoscience, menunjukkan bahwa hal tersebut tidak diakibatkan oleh air. Ternyata, pola tersebut terbentuk dari pasir yang mengalir.

Mars adalah kawasan yang sangat berdebu dan berpasir. Pasir sendiri bersifat seperti cairan saat keadaannya sangat kering. Garis-garis gelap di kawah Mars, yang disebut “garis landaian yang berulang” bisa jadi terbentuk oleh air.

Namun, sebuah penelitian baru dengan menggunakan gambar beresolusi tinggi oleh NASA’s Mars Reconnaissance Orbiter mengungkap bahwa lereng kawah cukup curam untuk mampu mengalirkan pasir.

Laut Purba

Satelit Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA telah menyusuri planet Mars sejak Maret 2006. Berkat pesawat MRO tersebut ditemukan deposit hidrotermal berukuran besar yang diduga merupakan laut purba.

Deposit hidrotermal itu ditemukan di Eridania, yakni sebuah wilayah di Mars bagian selatan yang dipenuhi oleh laut dengan daya tampung sekira 50.000 mil kubik atau sekira 210.000 km kubik air. Deposit yang terkait dengan aktivitas hidrotermal dasar laut itu diperkirakan berusia sekira 3,7 miliar tahun.

Kawah Berumur 3,8 Miliar Tahun

Unsur kimia boron ditemukan di permukaan planet Mars. Patrick Gasda, seorang peneliti postdoctorial di Los Alamos National Laboratory mengatakan, salah satu blok bangunan boron yang ditemukan di Mars akan membuka kemungkinan bahwa kehidupan dapat muncul di Mars.

"Kami mendeteksi borat di sebuah kawah di Mars yang berusia 3,8 miliar tahun, lebih muda dari kemungkinan terbentuknya kehidupan di Bumi. Intinya, ini memberitahu kita bahwa kondisi di mana kehidupan berpotensi tumbuh mungkin telah ada di Mars kuno, terlepas dari Bumi,” ungkap Gasda.

Boron yang ditemukan di Mars ditemukan di naluri mineral kalsium sulfat, yang berarti boron hadir di air yang ada di tanah Mars. Hal tersebut juga memberikan indikasi lain bahwa beberapa air tanah di Gale Cater dapat dihuni.

Meski demikian, penemuan boron hanyalah salah satu dari beberapa temuan terkini terkait komposisi batuan Mars yang masih terus dilakukan penelitian.

Es di Permukaan Mars

Peneliti menemukan sejumlah besar unsur es di permukaan planet Mars. Es tersebut ditemukan di daerah ekuator Mars yang disebut Medusae Fossae, yang membentang beberapa ratus kilometer.

Es terlihat di Mars dengan menggunakan data dari spektrometer neutron ruang angkasa Odyssey, terutama di daerah kutub planet merah, yang dikonfirmasi pada 2008 oleh Phoenix NASA saat menemukan potongan es murni hanya beberapa sentimeter di bawah permukaan Mars.

Keberadaan air di planet Mars tampaknya lebih melimpah dibandingkan yang diperkirakan ilmuwan sebelumnya.

Gunung Api Raksasa

Mars, planet merah yang menjadi objek penelitian para ilmuwan rupanya memiliki gunung api. Gunung api besar yang terdapat di planet itu dinamakan Olympus Mons.

Olympus Mons kabarnya memiliki tinggi 22 kilometer di atas permukaan Mars. Tinggi tersebut lebih dari 2,5 tinggi Gunung Everest yang ada di Bumi.

Gunung Api yang punah ini memiliki luas 640 kilometer (400 mil) bahkan pada titik tersempitnya, lebih besar dari jarak antara London dan Glasgow atau Los Angeles dan San Francisco.

Ilmuwan menyimpulkan bahwa gunung api di Mars mulai meletus lebih dari 3,5 miliar tahun lalu. Letusan Mars terbaru mungkin beberapa puluh juta tahun lalu dan saat ini peneliti belum menemukan gunung api aktif di planet tersebut.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini