Astronom Teliti Objek Asing yang Diduga Sebagai Satelit Alien

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017, 06:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 56 1829391 astronom-teliti-objek-asing-yang-diduga-sebagai-satelit-alien-M233d0V4A4.jpg Benda yang diduga satelit alien (Foto: NASA)

JAKARTA - Pada akhir Oktober, sebuah objek interstellar pertama di tata surya telah ditemukan. Objek yang disebut Oumuamua itu telah menarik perhatian para astronom dan beberapa orang menduganya sebagai sebuah probe (satelit/roket riset) antariksa yang dikirim oleh sebuah peradaban maju di suatu tempat di alam semesta.

Yuri Milner, seorang miliarder Rusia di balik program penelitian Breakthrough Listen, tertarik dengan kemungkinan ini. Tak lama setelah bertemu dengan kepala departemen astronomi Harvard, Avi Loeb, Breakthrough Listen mengumumkan akan fokus menyelidiki ‘Oumuamua untuk mengetahui apakah benda tersebut mentransmisikan sinyal radio. Jika benar, maka itu merupakan sebuah tanda bahwa objek tersebut kemungkinan bukanlah sekadar batuan luar angkasa biasa.

Dalam sebuah surel kepada Milner, Loeb mengatakan, "Semakin saya mempelajari objek ini, tampilannya semakin tidak biasa. Membuat saya bertanya-tanya apakah ini sebuah penyelidikan buatan yang dikirim oleh peradaban alien."

Objek itu pertama kali ditemukan oleh teleskop penelitian Pan-STARRS di Hawaii, dan sejak saat itu tampak beberapa karakteristik asteroid atau komet yang tidak biasa. Pada awalnya, 'Oumuamua diduga merupakan komet, tapi karena tidak memiliki koma, atau ekor dari material yang menguap, maka dugaan tersebut dikesampingkan.

Baca juga: Keren! Astronot Rekam Fenomena Bintang Jatuh dari Stasiun Luar Angkasa

Bentuknya yang lonjong membuatnya tampak aneh karena sebagian besar asteroid berbentuk lebih bulat. Hal tersebut tentu saja tidak mendiskualifikasiknya sebagai asteroid, tapi masih menimbulkan banyak tanda tanya. Breakthrough Listen akan mulai meneliti objek tersebut menggunakan Teleskop Green Bank mulai 13 Desember.

Teleskop tersebut akan mengamati asteroid selama sepuluh jam di empat pita frekuensi radio dengan harapan dapat menyadap sinyal radio yang terpancar dari objek tersebut. Para ilmuwan memang mengakui bahwa kemungkinan objek ini bukan merupakan sesuatu yang alami sangatlah kecil.

Andrew Siemion, Direktur Berkeley SETI Research Center dan pemimpin Breakthrough Listen Initiative pusat, mengatakan kepada The Atlantic, "Akan sulit untuk bekerja di bidang ini jika Anda berpikir tidak akan berhasil setiap kali Anda melihat sesuatu,” tuturnya.

Baca juga: Suara Dengung Bumi Berhasil Terekam dari Bawah Laut, Apa Penyebabnya?

Teleskop Kepler Space telah menemukan bintang jauh, yang dikenal sebagai KIC 8462852, dan menunjukkan beberapa karakteristik yang tidak biasa. Hal tersebut membuat para pengamat mempertanyakan apakah peradaban maju itu ada.

Masih banyak yang manusia harus pelajari dari alam semesta, dan kehidupan cerdas entah di suatu tempat di luar sana mungkin merupakan bagian dari pengetahuan yang sulit dipahami itu. Demikian dilansir dari Science Alert, Rabu (13/12/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini