nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google Bangun Pusat Riset Teknologi AI di China, untuk Apa?

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 13:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 13 207 1829649 google-bangun-pusat-riset-teknologi-ai-di-china-untuk-apa-YVbeNSVLbm.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Google baru-baru ini mengumumkan akan membuka pusat riset kecerdasan buatan di Beijing guna mewadahi banyaknya talenta China dalam teknologi ini sekalipun Google dikecualikan dari dunia internet China.

Google saat ini tengah gencar membidik kecerdasan buatan seperti halnya pesaing-pesaingnya seperti Microsoft dan Facebook, bahkan pesaingnya dari China, Alibaba, Tencent dan Baidu.

Pusat kecerdasan buatan ini berpotensi mendorong pengembangan mobil swakemudi dan pabrik otomatis, piranti lunak produk terjemahan dan pengenalan wajah.

Baca juga: Teknologi AI Bakal Gantikan Peran Manusia, Ini Penjelasannya!

Manuver Google di Beijing untuk fokus kepada riset fundamental adalah petunjuk bakat kecerdasan buatan China yang luas dianggap menyaingi kapabilitas riset Amerika Serikat.

"Para saintis China menyumbangkan 43 persen total konten dalam Top 100 jurnal AI (kecerdasan buatan) sepanjang 2015," kata Li Feifei, peneliti utama pada pusat AI baru itu, dalam posting pada laman Google.

"Kami sudah mempekerjakan sejumlah pakar top dan akan berusaha membangun tim dalam beberapa bulan ke depan," sambung dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Kini Mampu Pecahkan Kode Captcha, Kok Bisa?

Teknologi AI Gantikan Peran Manusia

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sudah mulai membuktikan kemampuannya di beberapa bidang yang didominasi oleh manusia secara tradisional, seperti pelayanan makanan hingga gameplay yang kompleks. Sekarang para ahli mengatakan teknologi tersebut bisa segera mengambil alih layar perak.

Laporan Dailymail.co.uk mengungkap, peneliti yang telah terlibat dengan usaha Al saat ini dalam industri film memperkirakan pada 2045, manusia di Hollywood tidak lagi diperlukan. Sebagai gantinya, mereka mengatakan bahwa AI dapat mengedit film, mengisi kesenjangan dalam rekaman, bahkan menciptakan karakter live-action yang dapat dipercaya.

Pergeseran Al dalam pembuatan film diyakini akan menghemat waktu dan uang, serta berpotensi untuk mengurangi puluhan juta dollar dalam anggaran film pada umumnya. Teknologi ini juga bisa digunakan untuk membuat representasi digital manusia yang lebih akurat berdasarkan data yang dimiliki.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini