Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Geminid, Meteor Terbaik Sepanjang Tahun

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 14 56 1830517 6-fakta-geminid-meteor-terbaik-sepanjang-tahun-guJcACPqOO.jpg (Foto: Newsweek)

JAKARTA - Langit malam di seluruh dunia di pertengahan Desember ini sedang terhiasi dengan eloknya taburan meteor Geminid. Fenomena yang disebut sebagai hujan meteor terbaik sepanjang tahun ini memuncak pada 14 Desember dini hari.

Untuk melengkapi ketertarikan Anda, berikut enam fakta tentang hujan meteor Geminid.

Hujan Meteor Tercerah

Meteor Geminid sangat cerah sehingga Anda dapat dengan mudah melihat 120 meteor yang melintas per jam di langit yang gelap. Meteor ini tampak memancar dari konstelasi bintang gemilang Gemini, tapi ia tampak di seluruh langit. Meteor yang lebih jauh dari Gemini cenderung memiliki ekor lebih panjang sehingga lebih mudah dikenali.

Puing Asteroid 3200 Phaethon

Hujan meteor ini disebabkan oleh debu dan puing-puing yang luruh di asteroid 3200 Phaethon, yang mengorbit Bumi setiap 1,4 tahun. Asteroid tersebut melintas 21 juta kilometer dari Matahari pada setiap orbitnya. 3200 Phaethon dinamai berdasarkan mitologi Yunani, Phaethon, yang mengendarai kereta suria sang ayah, yaitu dewa Matahari Yunani, Helios.

200 Tahun Silam

Geminid pertama kali ditemukan hampir 200 tahun yang lalu, pengamatan pertama tercatat pada 1833 dari sebuah bantaran sungai di Sungai Mississippi. Namun, saat itu hanya 10-20 meteor per jam yang tampak, dikutip dari Space.com, Kamis (14/12/2017).

Bertambah ‘Kuat’

Sejak meteor Geminid pertama ditemukan, ia menjadi semakin ‘kuat’, dari 10-20 meteor per jam, kini hingga 120 meteor per jam. Para peneliti mengatakan bahwa gravitasi Jupiter telah menarik debu dan puing-puing asteroid lebih dekat ke Bumi sehingga dari Bumi terlihat pertunjukan hujan meteor yang semakin menakjubkan.

Asteroid yang Luruh

Mengapa tiba-tiba mulai hujan meteor 200 tahun yang lalu? Satu teori mengatakan, 3200 Phaethon menabrak batuan antariksa lain, lalu menghasilkan puing-puing yang menjadi hujan meteor. Puing-puing tersebut tidak terlihat dari Bumi sampai Jupiter menarik asteroid itu mendekat ke Bumi.

Karena Phaeton melintasi Matahari, para peneliti mengatakan bahwa panas Matahari membakar partikel dari asteroid tersebut. Suhu Phaethon mencapai 700 derajat celcius dan memiliki ekor berdebu di bagian yang dekat dengan Matahari.

Muncul Lebih Awal

Tidak seperti meteor lainnya, Anda bisa menyaksikan Geminid di waktu lebih awal, yaitu pukul 10 malam, dan memuncak pukul 2 dini hari. Untuk menikmati fenomena Geminid, Anda tidak memerlukan peralatan khusus, cukup lokasi dengan langit yang gelap dan meteor akan tampak melintas dari sisi mana pun.

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini