Agar Tak Bingung, Ini 6 Perbedaan Bitcoin dan Uang Elektronik

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 16 Desember 2017 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 15 207 1831061 agar-tak-bingung-ini-6-perbedaan-bitcoin-dan-uang-elektronik-fpSi3bgLQF.jpg (Foto: Fortune)

JAKARTA - Bitcoin adalah uang elektronik yang dibuat pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Berlakunya Bitcoin di dunia virtual ini mungkin membuat sebagian orang menduganya serupa dengan uang elektronik.

Bitcoin dan uang elektronik atau e-money tentunya tidak sama. Untuk memahami karakteristik keduanya, berikut beberapa perbedaannya.

Akses

Berkembang di dunia maya, Bitcoin tentunya membutuhkan jaringan internet untuk dapat diakses. Bitcoin semakin banyak digunakan untuk bertransaksi bagi para pengguna internet dan kini beberapa bisnis mulai menerima pembayaran dengan Bitcoin.

E-money dalam segi akses tidak perlu jaringan internet. Uang elektronik ini bisa digunakan untuk bertransaksi melalui perangkat telekomunikasi hingga dalam bentuk kartu.

Baca juga: Nilai Tukar Bitcoin Tembus Rp128 Juta per Koin

Produksi

Bitcoin diproduksi melalui enkripsi data dan algoritme tertentu. Dengan sistem topologi peer-to-peer dan kurangnya administrasi tunggal, membuat nilainya tidak dapat dimanipulasi oleh otoritas atau pemerintah, serta tidak menyebabkan inflasi jika produksi Bitcoin bertambah banyak.

Tidak seperti uang virtual, e-money diterbitkan secara digital oleh lembaga keuangan dan dijamin otoritas.

Penerbit

Bitcoin diterbitkan oleh sebuah komunitas yang disebut ‘miner’. Sedangkan penerbit e-money adalah bank dan lembaga keuangan yang resmi.

Regulator

Bitcoin tidak diatur oleh lembaga apapun, berbeda dengan e-money yang diatur oleh bank sentral.

Baca juga: Tolak Bitcoin, Pemerintah Dukung Penggunaan Blockchain

Data Pemilik

Semua transaksi Bitcoin disimpan secara publik dan permanen dalam jaringan, hal tersebut memungkinkan setiap orang melihat saldo dan transaksi dari alamat Bitcoin manapun. Namun, identitas pengguna Bitcoin tidak dapat diketahui sampai informasi terungkap saat melakukan pembelian atau pada kondisi tertentu lain.

Sedangkan pada e-money, sistem data kepemilikan sesuai dengan standar lembaga keuangan yang berlaku.

Nilai

Sistem nilai Bitcoin ditentukan oleh tingkat kepercayaan, penawaran, dan permintaan. Sementara itu, sistem nilai e-money berlaku layaknya uang konvensional, hanya saja dalam bentuk elektronik, dilansir dari CGAP, Jumat (15/12/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini