Mampukah Sains Menggambarkan Peristiwa Kiamat?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 17 56 1831771 mampukah-sains-menggambarkan-peristiwa-kiamat-bYbis2mxam.jpg Ilustrasi (Foto: Newsweek)

JAKARTA - Kiamat memiliki tanda-tanda sebelum terjadi dan sains mencoba untuk menjelaskan penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Telah diketahui kemungkinan Bumi ditabrak oleh planet asing, redupnya matahari atau ancaman asteroid.

Bisakah sains menggambarkan peristiwa kiamat? Dalam buku Tafsir Ilmi “Kiamat dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap mengenai awal kedatangan hari kiamat.

Disebutkan bahwa sains tidak mungkin menggambarkan kondisi kehancuran yang luar biasa pada hari kiamat. Bumi bersama gunung-gunung di atasnya hancur. Langit menjadi lemah, hilang segala keteraturan yang semula menjaganya di orbitnya.

Baca juga: Allahu Akbar! Waktu Terjadinya Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Suara gelegarnya mengejutkan penghuni langit dan Bumi. Ledakan kehancuran merata di seluruh jagat raya, bukan lagi lokal di suatu daerah, negara atau benua saja, tetapi seluruh planet, bintang dan galaksi hancur luluh dengan gelegar ledakan dahsyat tak terkirakan.

Dalam buku Tafsir Ilmi disebutkan pula bahwa kiamat diawali oleh tiupan sangkakala Malaikat Israfil. Tiupan pertama menghancurkan tatanan alam semesta, sedangkan yang kedua membangkitkan manusia dari kuburnya.

Tiupan pertama Israfil demikian dahsyat hingga seluruh jagat raya kalang kabut dan hancur. Tatanan alam semesta (planet, bintang, galaksi dan semacamnya) yang bergerak teratur mengitari pusat massanya selama miliaran tahun menjadi kalang kabut tak menentu.

Benturan antarbenda langit yang jumlahnya miliaran (Bumi, matahari, Bulan dan lainnya) tak terelakan. Semua itu mengakibatkan ledakan yang sangat dahsyat dan tak pernah terbayangkan.

Baca juga: Catat Tanda Kiamat yang Dijelaskan Alquran dan Sains

"Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah," Surah Al-Haqqah Ayat 13-16.

Tanda Kiamat

Dalam salah satu ayat Alquran disebutkan tentang kerusakan di darat dan di laut. "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," bunyi Surah Ar Rum Ayat 41.

Ulama kontemporer memahami makna al-fasad pada ayat tersebut sebagai terjadinya kerusakan lingkungan di darat dan laut. Indikasinya, temperatur Bumi naik (global warming), musim kemarau semakin panjang, air laut tercemar sampah, dan unsur kimia berbahaya.

Tanda-tanda lain terkait terjadinya kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat dan munculnya hewan melata dari dalam tanah. Secara nalar, terbitnya matahari dari barat adala hal mustahil.

Namun, ketika keadaan alam semesta mengalami kegoncangan dahsyat yang menyebabkan planet-planet termasuk Bumi, bertebaran dan bergerak liar karena rotasi masing-masing sudah tidak lagi teratur.

Sehingga, kemungkinan terbitnya matahari dari barat bukan sesuatu yang mustahil.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini