nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Microsoft Canangkan Program AI untuk Atasi Perubahan Iklim

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 01:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 18 56 1832357 microsoft-canangkan-program-ai-untuk-atasi-perubahan-iklim-x2VJs7mxfx.jpg (Foto: Thomsonreuters)

JAKARTA - Perusahaan raksasa teknologi, Microsoft, mencanangkan program dengan sistem artificial intelligence (AI) untuk membantuk melindungi Bumi. Brad Smith, presiden dan chief legal officer Microsoft, mengumumkan pada 11 Desember bahwa mereka akan menginvestasikan 50 juta dolar (Rp600 miliar) untuk program AI for Earth selama lima tahun ke depan untuk memantau, mencontoh, dan mengelola sistem alam Bumi.

Investasi ini merupakan bagian dari pengembangan kebijakan lingkungan Microsoft, yang berpusat pada konsep demokratisasi AI. Dengan begitu, para ilmuwan dan pemilik bisnis dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi tersebut untuk menganalisis data iklim dan memberikan informasi untuk membantu mengambil tindakan strategis.

Baca juga: Teknologi AI Temukan Planet Asing di Luar Angkasa, Kok Bisa?

Smith menyampaikan, AI dapat segera digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai konsumsi energi dan pola cuaca, untuk menghemat daya dan mengurangi penggunaan air yang tidak perlu di bidang pertanian.

"AI dapat dilatih untuk mengklasifikasikan data mentah dari sensor di tanah, langit, atau luar angkasa, ke dalam kategori yang dipahami oleh manusia dan komputer," kata Smith dalam pengumuman tersebut.

Pengembangan AI for Earth akan berlangsung dalam tiga tahap. Pada tahap awal, Microsoft akan memberi penghargaan kepada para peneliti di seluruh dunia dengan memberikan investasi untuk merancang dan menguji aplikasi AI baru.

Baca juga: Mantap! Microsoft Canangkan Teknologi AI Bantu Penyandang Disabilitas

Perusahaan kemudian akan mengidentifikasi aplikasi yang paling menjanjikan dan membawanya menuju skala dengan investasi lebih besar. Akhirnya, Microsoft akan menggabungkan aplikasi yang paling berguna ke layanan yang dapat mereka berikan kepada para ilmuwan iklim, dan mereka yang terlibat dalam prakarsa yang berkelanjutan.

Layanan dan alat baru ini tidak hanya dapat membantu para ahli konservasi memahami pegunungan data iklim, tetapi juga membantu perusahaan, dan bahkan petani, untuk mengendalikan dampak terhadap lingkungan.

"Kami menghadapi sebuah kebutuhan bersama dalam mengambil tindakan penting untuk mengatasi masalah iklim global. Ketika kami memikirkan masalah lingkungan yang dihadapi saat ini, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa banyak yang berasal dari produk Revolusi Industri sebelumnya,” jelas Smith, dikutip dari Futurism, Senin (18/12/2017).

Smith menyampaikan, manusia tidak boleh hanya maju dalam teknologi, tapi juga menggunakannya untuk memperbaiki masa lalu dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini