Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disangka Pesawat Alien, Ternyata Objek Ini Batu Luar Angkasa

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 19 56 1832773 disangka-pesawat-alien-ternyata-objek-ini-batu-luar-angkasa-8OjCnOxuPh.jpg (Foto: ESO/M.Kornmesser)

JAKARTA - Awal bulan ini, sebuah batu luar angkasa berbentuk cerutu ditemukan melayang di tata surya. Beberapa mengklaim bahwa objek tersebut merupakan pesawat antariksa yang dikirim oleh makhluk asing. Namun, sebuah penelitian baru mengungkapkan, objek yang disebut ‘Oumuamua itu adalah batuan tua yang berkerak.

Para ilmuwan telah menganalisis komposisinya dan menyatakan bahwa kulit ‘Oumuamua terlapisi kerak khusus yang mampu menahan suhu di atas 300 derajat celcius tanpa menguap. Temuan ini menunjukkan bahwa ‘Oumuamua adalah 'objek alami', dan bukan pesawat luar angkasa alien.

Program Breakthrough Listen yang didukung oleh Profesor Stephen Hawking, menggunakan pemindai berteknologi tinggi untuk mengetahui apakah objek tersebut berasal dari peradaban alien, walaupun mereka juga tidak dapat menemukan buktinya. Saat ini, para peneliti dari Universitas Queensland, Belfast, yakin bahwa mereka sudah menemukan ‘kunci observasi’ mengenai komposisi batu tersebut.

Baca juga: Mencengangkan! Asteroid Nyaris Tabrak Bumi pada 12 Oktober

Dr. Michele Bannister, yang penelitiannya dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters pekan ini, mengatakan, objek itu melewati Matahari dan sebenarnya tidak terlalu panas. Komposisi permukaannya terdiri dari lapisan bahan yang terisolasi, terdapat sesuatu di sepanjang garis debu dan pasir yang kemungkinan merupakan senyawa organik.

"Kami tidak tahu apakah interiornya mengandung es, tapi jika terdapat es pasti terisolasi oleh lapisan di permukaannya," ujar Dr. Michele Bannister, dikutip dari Daily Mail, Selasa (19/12/2017).

Baca juga: Ilmuwan Dengarkan Sinyal dari Batuan Antariksa, Seperti Apa?

Pada awalnya, ‘Oumuamua diduga sebagai asteroid, tetapi bentuknya yang lonjong seperti cerutu, dengan panjang ratusan meter dan lebar yang hanya sepersepuluhnya, membuatnya sangat tidak biasa untuk dikatakan sebagai batuan luar angkasa.

Profesor Alan Fitzsimmons dari Queensland yang menerbitkan penelitian terpisahnya di Nature Astronomy, menuturkan, lapisan setebal setengah meter yang kaya akan bahan organik itu mampu melindungi interior, yang mengandung banyak es, dari penguapan. Objek tersebut tidak menguap saat terpanaskan oleh Matahari walaupun terpapar suhu lebih dari 300 derajat celcius.

‘Oumuamua merupakan objek pertama dari bagian lain galaksi yang ditemukan di tata surya. Meskipun dugaan awal oleh proyek Seti, Breakthrough Listen mengatakan bahwa kemungkinan objek itu adalah pesawat luar angkasa alien. Dr.Bannister mengutarakan, satu-satunya unsur ‘alien’ yang ada yaitu berasal dari bagian lain galaksi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini