Batu Luar Angkasa Seukuran Bumi Hantam Uranus

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 09:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 19 56 1832979 batu-luar-angkasa-seukuran-bumi-hantam-uranus-InT9GgOXXO.jpg (Foto: The Independent)

JAKARTA - Sebuah batu sebesar Bumi menghantam Uranus dan menjadi penyebab terbentuknya beberapa bulan, menurut sebuah penelitian baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Geophysical Union di New Orleans.

Uranus adalah planet yang aneh di tata surya. Planet ini tidak hanya gelap, dingin, dan misterius, tetapi juga berputar di sisinya. Hal ini disebabkan oleh kemiringan aksialnya yang sebesar 98%. Kemiringan aksial adalah sudut di mana sebuah planet berputar terhadap orbitnya mengelilingi matahari.

Planet lain, Venus misalnya, kemiringan aksialnya hanya 3% dan Bumi 23%. Karena kemiringannya yang besar, musim dingin di salah satu kutub Uranus bertahan hingga 21 tahun.

Baca juga: Hati-Hati! Asteroid Berukuran Besar Sedang Mendekati Bumi

Meskipun begitu, belum banyak yang diketahui tentang faktor dari fenomena ini. Beberapa mengatakan, planet ini telah miring selama jutaan tahun pertama evolusinya, sementara yang lain menghubungkannya dengan tabrakan hebat yang mungkin terjadi saat planet ini masih muda.

Saat ini, dengan membangun teori tersebut, sekelompok peneliti Jepang telah mengungkap bahwa hantaman dengan sebuah objek sebesar Bumi dapat menjadi sebab terbentuknya banyak bulan di Uranus.

Baca juga: Ilmuwan Dengarkan Sinyal dari Batuan Antariksa, Seperti Apa?

Secara total, Uranus memiliki 27 bulan yang diketahui. Sembilan di antaranya memiliki orbit unik dan diyakini telah tertangkap oleh tarikan gravitasi es raksasa, sementara formasi 18 bulan ‘reguler’ lainnya belum dapat dijelaskan. Periset menduga bulan-bulan ini mungkin terbentuk dari puing-puing yang tersisa dari tabrakan hebat.

"Ada kemungkinan untuk menjelaskan kemiringan aksial dan pembentukan satelit reguler Uranus secara bersamaan," kata salah satu peneliti, Yuya Ishizawa kepada Space.com.

Para peneliti bahkan menjalankan simulasi komputer untuk melihat bagaimana dampak itu akan berpengaruh bagi planet muda ini. Simulasi tersebut mengungkap, tabrakan planet dengan objek sebesar Bumi sudah cukup untuk menghantam sisi planet sehingga memecahkan puing-puing ke orbitnya, dan membentuk satelit yang serupa dengan yang saat ini mengelilingi Uranus.

Letak bulan-bulan itu sebelumnya lebih dekat dengan Uranus dibandingkan saat ini. Belum jelas bagaimana satelit tersebut dapat terbentuk dan lenyap, tetapi tim peneliti berencana untuk mengamatinya lebih lanjut. Demikian dilansir dari International Business Times, Selasa (19/12/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini