Teknologi Layar Pulih Sendiri Setelah Pecah, Kok Bisa?

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 21 207 1834055 teknologi-layar-pulih-sendiri-setelah-pecah-kok-bisa-jVHcyZ5Zvz.jpg (Foto: Gizmochina)

JAKARTA - Sebuah layar rancangan seorang peneliti asal Jepang memiliki kemampuan yang bisa diandalkan di masa depan. Layar yang berbahan polymer tersebut dikatakan bisa "memulihkan" dirinya sendiri.

Biasanya bahan polymer membutuhkan sekira 120 derajat celsius agar bisa ke bentuk semula. Tapi layar tersebut bisa menyembuhkan dirinya berkat penerapan tekanan tangan dengan tingkat tertentu.

Tim Profesor Takuzo Aida dari Universitas Tokyo menemukan layar tersebut dan dinamakan sebagai polyether-thioureas. Layar tersebut awalnya tak sengaja ditemukan melalui kesalahan saat seorang mahasiswa bernama Yu Yanagisawa.

Baca juga: 5 Tren Teknologi di Tempat Kerja Masa Depan

Saat itu ia sedang mencoba menempelkan potongan layar satu sama lainnya. Ketika memberikan sedikit tekanan dengan tangannya di 21 derajat celsius, potongan polymer kembali terbentuk seperti sedia kala.

Menurut ahli teknologi, penemuan ini dikatakan bisa membantu produsen smartphone untuk menciptakan layar smartphone yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri, sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Kamis (21/12/2017).

Baca juga: Teknologi Fingerprint di Layar Menjamur untuk Smartphone 2018

Awal tahun ini, material yang dapat menyembuhkan dirinya dengan cara menjahit sendiri telah ditemukan. Material itu bisa pulih dalam waktu 24 jam dan bisa melar 50 kali dari ukuran awalnya.

Material tersebut ditemukan oleh ahli kimia di Universitas California di Riverside dan Universitas Colorado. Selain itu Motorola juga pernah mengajukan paten atas temuannya berupa kaca menyerupai plastik yang bisa pulih sendiri ketia pecah.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini