Inikah Wujud Terompet Sangkakala hingga Tanda-Tanda Kiamat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 56 1834193 inikah-wujud-terompet-sangkakala-hingga-tanda-tanda-kiamat-iw0y6a7BKw.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA pada 2001 mengungkap sebuah satelit atau probe bernama Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP). Satelit tersebut kabarnya mampu menunjukkan bentuk alam semesta.

Bentuk alam semesta sebagaimana yang digambarkan memiliki wujud seperti terompet raksasa. Inilah yang pada akhirnya disebut-sebut menyerupai 'terompet sangkakala'.

Selain menemukan bahwa alam semesta memiliki bentuk menyerupai terompet sangkakala, website science.nasa.gov melaporkan bahwa WMAP menemukan bahwa alam semesta mempunyai usia sekira 13,8 miliar tahun.

Baca juga: Saat Kiamat, Ini yang Terjadi pada Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains

WMAP juga menemukan bahwa alam semesta terbuat dari 72 persen Dark Energy, 23 persen Dark Matter dan hanya 4,6 persen atom. NASA menjelaskan bahwa WMAP menggunakan radiometer gelombang mikro yang mengukur perbedaan temperatur antara dua titik di langit.

Terlepas dari kemiripan bentuk terompet, gambar yang beredar lebih tampak menjelaskan tentang perkembangan galaksi, planet dan objek di alam semesta.

Gambar juga menunjukkan bahwa alam semesta tampak mengalami perluasan. Hal ini sesuai dengan penjelasan yang dikemukakan dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk tentang perkembangan alam semesta yang merupakan fakta ilmiah.

Baca juga: Allahu Akbar! Waktu Terjadinya Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Dalam buku ini, dijelaskan bahwa Edwin Hubble telah membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi, yaitu saat ia mengamati antariksa menggunakan teleskop raksasanya.

Ia menemukan fakta bahwa cahaya sejumlah bintang bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan pergeseran itu sangat berkaitan dengan jarak antara bintang-bintang tersebut dengan Bumi.

Edwin Hubble juga mengungkapkan bahwa benda-benda luar angkasa tidak hanya menjauh dari Bumi saja, melainkan juga saling menjauhi antara benda yang satu dengan yang lainnya. Dari penelitiannya ini disimpulkan bahwa sesuatu yang saling menjauh berarti alam semesta ini mengembang.

Seorang astronom Belgia, Lemaitre mengungkapkan bahwa alam semesta ini memiliki awal permulaan dan bisa mengembang sebagai akibat dari suatu hal yang memicunya. Dalam Alquran, fenomena ini disebutkan dalam salah satu ayat.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa (meluaskan)," Surah Az-Zariyat Ayat 47.

Tanda-Tanda Kiamat

Salah satu tanda terjadinya kiamat ialah terbitnya matahari dari arah barat. Seperti diketahui, terbitnya matahari dari barat adalah suatu hal yang mustahil.

Akan tetapi, ketika keadaan alam semesta mengalami kegoncangan dahsyat yang menyebabkan planet-planet termasuk Bumi, bertebaran dan bergerak liar karena rotasi masing-masing sudah tidak lagi teratur. Dengan demikian, kemungkinan terbitnya matahari dari barat bukan sesuatu yang mustahil.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini