Share

Ilmuwan Pecahkan Misteri Hilangnya Air di Mars

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 56 1834198 ilmuwan-pecahkan-misteri-hilangnya-air-di-mars-UZLZXotx6r.jpg (Foto: Reuters)

OXFORD - Kondisi permukaan Mars saat ini kering, beku, dan tidak ramah. Namun, bukti baru menunjukkan bahwa permukaan tersebut tadinya adalah lingkungan hangat, tempat air mengalir, dan berpotensi mendukung kehidupan.

Para ilmuwan belum bisa menjawab misteri apa yang terjadi pada semua air di sana. Penelitian sebelumnya telah mengungkap, sebagian besar air hilang ke atmosfer karena adanya angin kencang setelah medan magnet planet runtuh, atau terkunci menjadi es di bawah permukaan.

Di sisi lain, sebuah penelitian di jurnal Nature menunjukkan, sebagian besar air tersebut kemungkinan terserap oleh batuan.

Baca juga: Ternyata! Terdapat Gunung Api Terbesar di Mars

Para ilmuwan di Universitas Oxford menemukan, batuan dasar di Mars dapat menahan 25% lebih banyak air dibandingkan yang ada di Bumi. Hal itu memungkinkan mereka menyedot sebagian besar H2O dari permukaan Mars.

"Sistem lempeng tektonik di Bumi saat ini mencegah perubahan drastis pada permukaan air, dengan batuan basah yang secara efisien dehidrasi sebelum memasuki lapisan yang relatif kering di Bumi," kata Jon Wade, penulis utama penelitian.

Ia juga menyampaikan, baik Bumi maupun Mars tidak memiliki sistem daur ulang seperti itu. Di Mars, air yang bereaksi pada lava (yang baru meletus) yang membentuk kerak basal, menghasilkan efek seperti spons.

Baca juga: Canggih! NASA Siapkan 'Mesin Nuklir' untuk Misi Mars

"Air planet kemudian direaksikan dengan batuan untuk membentuk berbagai mineral yang mengandung air. Reaksi ini mengubah mineralogi batuan dan menyebabkan permukaan planet menjadi kering dan tidak ramah terhadap kehidupan," tuturnya.

Wade menjelaskan bahwa proses ini terjadi di Mars, bukan di Bumi, karena Mars jauh lebih kecil dengan profil suhu yang berbeda dan mengandung lebih banyak besi di mantelnya – lapisan geologi antara kerak dan inti dalam. Sifat ini membuat permukaan Mars lebih rentan terhadap reaksi dengan air permukaan dan mampu membentuk mineral yang mengandung air.

"Karena faktor-faktor itulah, kimia geologi planet ini secara alami menyeret air ke dalam mantel, sedangkan pada Bumi batuan yang terhidrasi cenderung mengapung sampai mereka dehidrasi,” jelas Wade, dikutip dari International Business Times, Kamis (21/12/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini