Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemukan Mineral Langka Terbawa Meteorit Berusia 60 Juta Tahun

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 21 56 1834208 ditemukan-mineral-langka-terbawa-meteorit-berusia-60-juta-tahun-71ras6NcB9.jpg (Foto: PA)

EDINBURGH - Para peneliti di Skotlandia telah menemukan satu set mineral langka yang belum pernah diketahui di Bumi, kemungkinan terbawa dari jutaan tahun lalu oleh batuan luar angkasa. Tim ahli geologi yang sedang meneliti batuan vulkanik di Skye menemukan mineral tersebut, benda yang merupakan bukti adanya dampak meteorit 60 juta tahun.

Menurut mereka, ini adalah dampak meteorit pertama yang dijelaskan dalam British Paleogene Igneous Province (BPIP). Saat menjelajahi batuan vulkanik di wilayah ini, tim menemukan lapisan ejecta (bahan yang terlempar keluar akibat letusan gunung berapi, dampak meteorit, atau ledakan bintang) setebal satu meter di dasar aliran lahar tua.

"Kami pikir ini adalah ignimbrite (deposit aliran vulkanik),” ujar penulis utama, Simon Drake, seorang dosen geologi di Birkbeck University of London, dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/12/2017).

Baca juga: Desember, Saksikan Fenomena Hujan Meteor Geminids

Analisis lebih lanjut mengungkapkan, batuan tersebut mengandung mineral langka yang belum pernah ada sebelumnya di Bumi, yakni osbornite, yang kaya akan vanadium dan niobium. Namun, sebelumnya pernah terdeteksi di luar angkasa.

Misi NASA Stardus Comet Sample Return menemukan bentuk mineral yang sama di debu antariksa yang tertinggal di belakang komet Wild 2. Osbornite kemungkinan merupakan bagian dari meteorit itu sendiri. Penelitian ini juga mengidentifikasi reidite, mineral bertekanan tinggi yang terbentuk dari zirkon (zirkon adalah batu mineral dengan beberapa macam warna).

Baca juga: Wow! Batu Meteorit Tertua di Dunia Laku Terjual Rp256 Juta

Tim juga mengidentifikasi zat besi asli dan mineralogi lainnya yang terkait, termasuk barringerite. Para peneliti kemudian menemukan lapisan ejecta lainnya pada jarak sejauh tujuh kilometer, ia memiliki tebal dua meter dengan mineral unik yang sama.

Para peneliti mengatakan, dampak tersebut mungkin terjadi 60-61,4 juta tahun yang lalu, berdasarkan pada usia radiometrik aliran lava di atasnya, dan sebuah batuan klastik basal yang tertanam di lapisan itu sendiri. Mereka berpendapat, situs pertama mungkin telah terabaikan karena berkabut dan tidak dapat diakses, tidak seperti daerah ini yang sering dikunjungi oleh ahli geologi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini