Share

Penjelasan Sains Mengapa Hujan Punya Aroma Khas?

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 56 1834217 penjelasan-sains-mengapa-hujan-punya-aroma-khas-Tf4SWLzCM6.jpg (Foto: Politico)

JAKARTA - Sebelum menyentuh tanah, hujan hanyalah air biasa, tidak berbau. Namun, setelah tetes hujan menerpa tanah, aroma hujan yang segar dan manis terpancar. Para ilmuwan telah mengidentifikasi rinci mekanisme yang melepaskan aroma ini ke lingkungan.

Aroma hujan disebut ‘petrichor’, dari kata Yunani ‘petra’ yang berarti batu, dan ‘ichor’ yang mengacu pada cairan yang mengalir seperti darah di pembuluh darah dewa-dewa. Fenomena ini pertama kali dicirikan oleh dua ilmuwan Australia pada 1964, tetapi sampai sekarang, peneliti tidak memahami mekanisme fisik di baliknya.

"Mereka berpendapat, minyak yang dikeluarkan oleh tanaman dan bahan kimia tertentu dari bakteri, menyebabkan aroma yang muncul ketika hujan. Menariknya, mereka tidak membahas mekanisme bagaimana aroma tersebut memancar ke udara," kata Cullen Buie, asisten profesor teknik mesin di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge.

Baca juga: Masya Allah, Alquran dan Sains Jelaskan Fenomena Air Hujan

Saat hujan turun ke permukaan yang berpori, ia menjebak kantung udara kecil. Gelembung ini kemudian melaju kencang, seperti gelembung dalam segelas sampanye, sebelum memecahkan permukaan tetes hujan dan melepaskan partikel mikroskopis (aerosol) ke udara. Para peneliti menganggap aerosol ini membawa aroma seperti hujan.

Buie dan postdoc (periset pascadoktoral), Youngsoo Joung, memfilmkan tetes hujan yang menerpa 38 jenis permukaan berbeda, yaitu 12 bahan rekayasa dan 16 sampel tanah. Joung bahkan mencoba tanah dari sekitar kampus MIT dan sepanjang Sungai Charles.

Baca juga: Rasa Air Hujan yang Sesungguhnya Dijelaskan Alquran dan Sains

Mereka mengamati prosesnya dengan sistem kamera berkecepatan tinggi. Dengan mengandalkan kecepatan tetesan hujan, dan sifat-sifat tanah, awan dari ratusan tetesan aerosol dapat terpencar hanya dalam beberapa mikrodetik.

Fenomena ini paling sering terjadi selama hujan ringan dan sedang, sementara aerosol jauh lebih sedikit dilepaskan saat hujan deras. Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa tetesan air hujan dapat menjebak dan melepaskan aerosol saat terjatuh di air, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menyaksikan proses yang terjadi di tanah.

“Penelitian baru ini membahas formasi aerosol akibat gelembung dari laut ke darat," kata James Bird, asisten profesor teknik mesin di Universitas Boston, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Para peneliti menganggap aerosol tidak hanya menyebarkan unsur aromatik yang nyata, tetapi juga kontaminan tertentu, seperti virus dan bakteri tanah. Demikian dilansir dari Live Science, Kamis (21/12/2017).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini