Tanaka Hisashige, Pendiri Toshiba Ciptakan Inovasi Sejak Usia Dini

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Senin 25 Desember 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 22 207 1834402 tanaka-hisashige-pendiri-toshiba-ciptakan-inovasi-sejak-usia-dini-fWpzbeCct6.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tanaka Hisashige adalah salah seorang penemu paling produktif di Jepang. Ia memulai perusahaannya yang kemudian dikenal luas dengan nama Toshiba.

Dikenal sebagai “Thomas Edison of Japan”, Tanaka lahir di prefektur Fukuoka pada 1799 dan merupakan putra sulung dari seorang pengrajin kulit kura-kura.

Di usia delapan tahun, Tanaka menciptakan sebuah kotak dengan kunci rahasia. Laci itu membutuhkan tali/kawat yang harus dipilin dengan benar agar bisa terbuka. Ia menantang sejumlah teman untuk membukanya, tapi tak ada yang berhasil.

Baca juga: Toshiba Terancam Didepak dari Bursa Efek Tokyo, Kenapa?

Tanaka berhasil menciptakan mesin tenun di umur 14 tahun dan menenun kain dengan desain yang cantik menggunakan temuannya tersebut. Sebelum penemuan ini, mesin tenun yang ada terlalu sederhana untuk membuat desain yang rumit dan indah. Masyarakat mulai mengenali potensi Tanaka.

Menginjak usia 20, Tanaka membuat boneka automaton yang didukung oleh hidrolika, yaitu boneka karakuri. Boneka karakuri mampu melakukan gerakan yang relatif kompleks dan diminati oleh bangsawan, daimyo (pejabat yang berpengaruh di daerahnya), dan shogun (jenderal). Tanaka mempertunjukkan bonekanya itu di seantero Jepang pada usia 21 tahun.

Baca juga: Toshiba Bakal Jual Bisnis PC ke Asus, Benarkah?

Tanaka adalah anak tertua, maka ialah yang mengambil alih bisnis keluarganya. Namun, Tanaka meyakinkan ayahnya untuk membiarkan adik laki-lakinya mengurus perusahaan tersebut sementara ia berkeliling dunia dan mengejar mimpinya untuk menjadi seorang penemu.

Tanaka kemudian pindah ke Kyoto untuk belajar matematika tradisional Jepang, kalender, dan astronomi. Selama di sana, ia menciptakan sebuah pompa kebakaran yang disebut "cloud dragon water". Alat tersebut menggunakan tekanan udara untuk menembak aliran air hingga setinggi tiga meter.

Di awal usia 50, Tanaka menciptakan jam tahun Myriad. Jam ini diakui merupakan penemuan yang sangat menarik dan diangkat sebagai Important Cultural Property (Properti Budaya Penting) oleh pemerintah Jepang.

Jam tersebut menunjukkan waktu dalam tujuh cara, yakni hari, minggu, bulan, fase bulan, waktu Jepang dan waktu Surya. Butuh waktu tiga tahun bagi Tanaka untuk menciptakan jam yang tersusun oleh lebih dari 1.000 bagian dengan alat-alat sederhana. Ia juga orang yang menciptakan planetarium pertama di Jepang.

Pada 2004, pemerintah Jepang berusaha membuat replika karya Tanaka. Butuh lebih dari 100 insinyur selama enam bulan untuk membuatnya, dan mereka merasa mustahil untuk membuat salinan dari beberapa bagian.

Kyoto menjadi kota yang tidak aman bagi masyarakat yang terlibat dengan teknologi dan pengaruh asing saat itu sehingga Tanaka pindah ke Saga di Kyushu.

Di Saga, Tanaka merancang dan membangun lokomotif uap domestik dan kapal uap pertama di Jepang. Menginjak usia pertengahan 60, ia kembali ke prefektur Fukuoka dan membantu pengembangan berbagai senjata modern.

Di usia 74 tahun, Tanaka diundang untuk membuat telegraf di Tokyo. Ia kemudian pindah ke Ginza dan menyewa kuil dua lantai yang kini dikenal dengan Roppongi.

Lokakarya ini lalu terlibat dalam perusahan pertamanya dan satu-satunya, Tanaka Engineering Works, yang merupakan produsen peralatan telegraf pertama di Jepang.

Pada 1881, Tanaka meninggal dunia di usia 82 tahun. Putranya kemudian mengambil alih Tanaka Engineering Works. Nama itu berubah menjadi Shibaura Engineering Works pada 1904.

Perusahaan itu bergabung dengan Tokyo Denki pada 1939, dan kemudian dikenal sebagai Tokyo Shibaura Denki, atau Toshiba. To-kyo Shiba-ura Denki. 

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini