nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan CEO Google Mundur dari Jajaran Eksekutif Alphabet

Moch Prima Fauzi, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 22 207 1834408 mantan-ceo-google-mundur-dari-jajaran-eksekutif-alphabet-gcRuCucCZi.jpg (Foto: CNN Money)

JAKARTA - Perusahaan induk Google, Alphabet, mengumumkan pengunduran diri Eric Schmidt, mantan CEO Google periode 2001. Schmidt menjabat sebagai executive chairman di Alphabet selama 7 tahun.

Melalui akun Twitter pribadi, Schmidt juga turut mengumumkan pengunduran dirinya. Setelah mengundurkan diri dari executive chairman, perannya di Alphabet bakal menjadi penasihat teknis.

"Setelah 10 tahun menjadi CEO dan tujuh tahun sebagai executive chairman, saya tak bisa menunggu untuk menyelam bersama kegiatan amal di bidang sains dan teknologi. Saya berharap bisa bekerja dengan Larry dan Sergey soal masa depan Alphabet di sini," tulis Schmidt.

Baca juga: Google hingga Facebook Izinkan Beroperasi di China, tapi...

"Larry, Sergey, Sundar. saya percaya bahwa waktunya telah tepat bagi Alphabet untuk melakukan evolusi dengan transisi ini. Struktur Alphabet bekerja dengan baik, begitu pun Google dan Other Bets tumbuh dengan baik," kata Schmidt, dikutip The Verge, Jumat (22/12/2017).

Nama Eric Schmidt sudah tak asing lagi di bisnis teknologi dunia. Ia pernah menjabat di posisi penting perusahaan teknologi seperti Google dan Apple. Selain itu, ia juga pernah bekerja di perusahaan teknologi lainnya seperti Byzromotti Design, Bell Labs, Zilog, dan Xerox Palo Alto Research Center (PARC).

Baca juga: Kesuksesan Sosok Eric Schmidt yang Malan Melintang di Perusahaan Teknologi

Ia terpilih menjadi CEO Google pada 2001 hingga 2011. Setelah itu Schmidt memegang peran penting di Google, yakni sebagai Executive Chairman di Alphabet, induk perusahaan Google.

Pada 2017 ini, Forbes menempatkan pria bernama lengkap Eric Emerson Schmidt itu berada di ke 119 sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan Schmidt diperkirakan mencapai USD11,1 miliar atau Rp150 triliun.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini