iPhone Lawas Sengaja Dibuat 'Lemot', Apple Digugat Pengguna

Lely Maulida, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 22 207 1834746 iphone-lawas-sengaja-dibuat-lemot-apple-digugat-pengguna-BOXpTGe0BA.jpg (Foto: TechRadar)

CUPERTINO – Belum lama ini iPhone lawas ditemukan mengalami pelambatan performa. Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil benchmark menggunakan software Geekbench.

Rupanya masalah tersebut memang disengaja oleh Apple. Dalam sebuah pernyataan Apple mengatakan bahwa pelambatan iPhone lawas melalui update iOS memang dilakukan demi menjaga daya baterai tetap optimal.

Baca: Apple Akui iPhone Lawas Dibuat 'Lemot', Ada Apa?

Namun rupanya pengakuan itu mengantarkan Apple ke ranah hukum. Raksasa teknologi itu kini menghadapi dua gugatan class action yang diajukan oleh pelanggan yang kecewa pada Apple. Laporan ini pertama kalinya muncul via AppleInsider.

Menurut Chicago SunTimes, tuntutan terbaru diajukan pada Kamis (21/12) waktu setempat mencakup lima pelanggan dari Illinois, Ohio, North Carolina, dan Indiana yang menggunakan model iPhone 5 hingga iPhone 7.

Mereka menuduh Apple melakukan penipuan, tak bermoral, tidak etis dengan mengklaim update iOS-nya direkayasa demi memperlambat kecepatan kinerja iPhone 5, iPhone 6 dan iPhone 7.

Sebelumnya tuntutan untuk Apple juga telah muncul di Los Angeles oleh Stefan Bogdanovich. Ia mengklaim bahwa praktik memperlambat iPhone menyebabkan pengguna menderita. Kasus yang dialaminya sebagian berfokus pada iPhone 7.

Bogdanovich yakin bahwa Apple sengaja memperlambat iPhone yang lawas untuk memaksa pengguna melakukan upgrade, meskipun Apple telah membantah klaim tersebut. Apple sendiri belum memberikan komentar terkait tuntutan itu.

Jauh sebelum masalah ini mencuat ke publik, pengguna iPhone telah lama menyadari bahwa perangkat mereka melambat. Mereka juga mengakui bahwa dengan mengganti baterai akan meningkatkan kinerja iPhone.

Baca juga: iPhone 2019 Bakal Usung Baterai Berkapasitas Jumbo

Apple mengakui masalah itu dan menyatakan langkah tersebut ditempuh untuk memanajemen daya baterai, namun tidak memaksa pengguna untuk melakukan upgrade. Sebaliknya, perusahaan membuat iPhone ‘lemot’ agar lebih banyak daya baterai sehingga mampu mencegahnya tiba-tiba mati.

Kini perusahana menghadapi kritik dari pengguna karena tidak transparan terkait fitur manajemen daya tersebut. Apple juga kemungkinan kehilangan pelanggan setianya karena ketidakterbukaan perusahaan pada konsumen. Demikian seperti dilansir Business Insider, Jumat (22/12/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini