Nelayan Unggah Foto Makhluk Aneh Hidup di Laut Dalam

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 22 56 1834544 nelayan-unggah-foto-makhluk-aneh-hidup-di-laut-dalam-zSbfCKkK1V.jpg (Foto: @Rfedortsov/Twitter)

MURMANSK - Semakin dalam laut, semakin mengerikan dan aneh pula makhluk-makhluk di dalamnya. Seorang nelayan laut dalam, berbasis di kota pelabuhan Murmansk di Rusia, yakni Roman Fedorstov, membagikan penampakan makhluk-makhluk yang ia temukan di dalam sana.

Memancing di seluruh hamparan laut Arktik hingga Maroko, membawa Fedorstov ke media sosial untuk mengunggah gambar berbagai jenis ikan mengerikan yang ia jumpai. Salah satu yang ia unggah adalah anglerfish atau ikan sungut ganda.

Makhluk-makhluk berwarna hitam ini hidup di 'zona twilight' lautan, atau dikenal sebagai Mesopelagic, yang membentang dari kedalaman 200 sampai 1.000 meter di bawah permukaan. Di bawah Mesopelagic adalah zona batial dengan kedalaman dari 1.000 sampai 4.000 meter pada titik di bawah nol cahaya Matahari.

Baca juga: Fosil Ikan Aneh Diduga Nenek Moyang Hewan Berkaki 4

Hal itu berarti, mereka berada di wilayah yang memiliki pencahayaan terkecil. Selain itu, karena warna hitam menyerap setiap panjang gelombang cahaya tanpa memantulkannya kembali, maka mereka tidak terlihat di habitat alaminya.

Ini juga berlaku untuk makhluk laut yang berwarna merah. National Ocean and Atmospheric Administraation (NOAA) menjelaskan, "Hewan-hewan hitam menyerap semua warna cahaya yang ada, dan hewan merah juga tampak hitam. Hal itu karena tidak ada cahaya merah yang bisa dipantulkan, dan tubuh mereka menyerap semua panjang gelombang cahaya yang tersedia. Jadi, hewan merah dan hitam mendominasi wilayah tersebut".

Baca juga: Ditemukan Ikan Mungil di Kedalaman Laut 8.000 Meter

Tentu saja sangat disayangkan makhluk-makhluk luar biasa ini mati karena tertangkap jaring nelayan. Namun, karena gambar-gambar ini, Fedorstov memberi kesempatan pada orang-orang untuk lebih menghargai dan mempelajari kehidupan di Bumi. Demikian dilansir dari Science Alert.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini