TOP TECHNO: Inikah Cheat Mobile Legends hingga Aroma Tertentu Picu Kenangan Masa Lalu

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017, 05:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 28 326 1837079 top-techno-inikah-cheat-mobile-legends-hingga-aroma-tertentu-picu-kenangan-masa-lalu-wX13qxY7ws.jpg (Foto: Mobile Legends)

JAKARTA - Artikel Techno Okezone cukup banyak dibaca oleh netizen. Artikel terpopuler itu mulai dari Inikah Cheat Mobile Legends hingga Aroma Tertentu Picu Kenangan Masa Lalu.

Inikah Cheat Mobile Legends yang Dipakai Pemain Vietnam?

Di kalangan pecinta game Multiplayer online battle arena (MOBA), game Mobile Legends merupakan salah satu game favorit yang memiliki jumlah gamer yang cukup besar. Terkini, game tersebut hangat diperbincangkan karena adanya gamer yang kabarnya menggunakan cheat.

Beberapa waktu lalu digelar pertarungan tim Vietnam melawan tim Indonesia dalam mode Arena Contest. Tim Vietnam menang telak 3-0 dan sebagian gamer tampaknya curiga atas kemenangan tersebut.

Baca selengkapnya

Google Rekrut Engineer Apple Demi Chip Smartphone

Google merekrut mantan engineer Apple, John Bruno. Ini merupakan bagian dari upaya raksasa teknologi tersebut untuk membuat prosesor custom miliknya sendiri.

Sebelum bergabung dengan Google, Bruno menciptakan dan memimpin grup silicon competitive analysis Apple yang merupakan tim yang bertanggungjawab untuk memastikan prosesor iPhone dan iPad tetap lebih baik ketimbang kompetitor.

Baca selengkapnya

Mengapa Aroma Tertentu Picu Kenangan Masa Lalu?

Mencium aroma-aroma tertentu terkadang akan membuat Anda bernostalgia dengan kenangan di masa lalu. Para ilmuwan meyakini, terdapat area di otak yang bertanggungjawab menyimpan aroma-aroma tersebut sebagai memori jangka panjang, sehingga memicu suatu kenangan yang telah terjadi di masa lalu.

Seorang ahli saraf, Dr. Christina Strauch dan Dr. Denise Manahan-Vaughan, dari Ruhr-Universitat Bochum, mengungkap bahwa korteks piriform, bagian dari otak penciuman, terlibat dalam proses tersebut. Namun, mekanismenya hanya bekerja ketika korteks piriform berinteraksi dengan area otak lain, yang dikenal sebagai korteks orbitofrontal.

Baca selengkapnya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini