Ilmuwan Bikin Material Tipis Berkemampuan Tahan Peluru

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 01 Januari 2018, 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 31 56 1838120 ilmuwan-bikin-material-tipis-berkemampuan-tahan-peluru-SaUVbgdgzF.jpg Ilustrasi (Foto: Ella Maru Studio)

JAKARTA - Peneliti dari The City University of New York (CUNY) menemukan bahwa menumpuk dua lapisan graphene, sehingga material baru ini bisa mengeras seperti berlian. Dengan demikian, material diklaim memiliki kekuatan yang cukup tangguh untuk dapat menahan peluru.

Dilansir Bigthink, Minggu (31/12/2017), inovasi ini bisa dipakai sebagai material tahan peluru, yang cenderung ringan. Graphene atau Grafena merupakan bahan terkuat di dunia yang terdiri dari atom karbon yang saling terkait dalam pola sarang lebah.

Ini bisa diproduksi dalam lembaran satu atom. Material baru, yang dikemukakan oleh associate profesor CUNY Angelo Bongiorno, terdiri dari dua lembar graphene dan disebut diamene.

Baca juga: Jas Anti Peluru Ini Dibanderol Rp231 Juta

Ini sebanding dengan foil ringan dan fleksibel. Ketika tiba-tiba tekanan mekanis menghantamnya, material tersebut untuk sementara bisa menjadi lebih keras daripada berlian.

"Grafit dan berlian keduanya seluruhnya terbuat dari karbon, namun atomnya diatur berbeda di setiap material, memberi mereka sifat yang berbeda seperti kekerasan, fleksibilitas dan konduksi listrik," jelas Bongiorno.

Baca juga: Mampu Menembak Peluru, Drone Militer Diluncurkan

Ia mengklaim bahwa teknik baru mereka memungkinkan untuk memanipulasi grafit, sehingga dapat mengambil sifat menguntungkan dari berlian di bawah kondisi tertentu. Peneliti melihat bahwa material bisa digunakan pada lapisan pelindung dan anti-peluru.

Elisa Riedo, profesor fisika dan peneliti utama proyek ini, mengatakan bahwa ini adalah material tertipis yang memiliki "kekakuan dan kekerasan berlian" yang pernah diciptakan.

"Sebelumnya, ketika kita menguji grafit atau satu lapisan atom graphene, kita akan menerapkan tekanan dan merasakan film (material tipis) yang sangat lembut. Tapi ketika film grafit setebal dua lapis, tiba-tiba kita menyadari bahwa bahan di bawah tekanan menjadi sangat keras dan kaku, atau kaku, daripada berlian besar," kata Elisa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini