Bos LeEco Tolak Permintaan Regulator untuk Kembali ke China

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018, 09:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 02 207 1839080 bos-leeco-tolak-permintaan-regulator-untuk-kembali-ke-china-xvJYvdVOsP.jpg (Foto: Business Insider)

BEIJING – Bos raksasa teknologi China LeEco – Jia Yueting menolak untuk pulang ke China. Jelang akhir tahun 2017, regulator China telah mendesak Jia Yueting untuk kembali ke negaranya dan menyelesaikan utang perusahaan.

Sebelumnya, regulator memberikan tenggat waktu hingga akhir 2017 kepada Jia Yueting untuk kembali dari Amerika Serikat (AS) ke China. Namun ia tak juga menunjukkan diri hingga tahun berganti.

Baca: Regulator China Desak CEO LeEco Bayar Utang Perusahaan

Jia Yueting pun hanya memberikan tanggapannya melalui media sosial. Ia mengatakan bahwa dirinya berencana untuk tinggal dan fokus pada bisnis mobil listriknya.

Jia Yueting juga menyebut saudara laki-laki dan istrinya berada di China dan memiliki kuasa untuk bertindak atas nama dirinya. Bulan lalu, pengusaha asal China tersebut bahkan masuk dalam daftar orang yang memiliki utang ratusan juta dolar dan belum membayarnya.

LeEco mulanya dikenal sebagai Netflix of China dengan menghadirkan konten streaming hingga membuat konten sendiri. Namun kemudian perusahaan mengembangkan hardware termasuk smart TV, smartphone hingga mobil listrik.

LeEco mulai menjual perangkatnya di AS pada akhir 2016, tapi karena utang yang terus meningkat, perusahaan terpaksa memangkas biaya termasuk melakukan PHK.

Pada Juli 2017, mobil listrik Faraday Futures milik LeEco juga menunda rencana membangun pabrik senilai USD1 miliar di Nevada. Perusahaan juga telah mundur dari proyek gabungan dengan produsen mobil Inggris Aston Martin untuk merancang dan mengembangkan mobil listrik.

Dalam postingannya di Weibo, Jia mengatakan bahwa bisnis mobil listriknya yang berbasis di AS memerlukan perhatian dirinya.

Baca juga: CEO LeEco Resign, Kenapa?

"Penggalangan dana untuk Faraday Future di Amerika Serikat membuat kemajuan signifikan dan ada banyak tugas yang harus saya teruskan," katanya.

Sebagai informasi, Jia Yueting mengundurkan diri sebagai CEO LeEco pada Mei 2017. Meski begitu, ia tetap mempertahankan jabatannya sebagai eksekutif perusahaan. Akibat utang yang menjerat perusahaannya, aset miliknya, istri dan tiga afiliasinya diblokir Juli lalu oleh pengadilan Shanghai. Demikian seperti dilansir BBC, Rabu (3/1/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini