Menilik Asal Mula Kembang Api dari Negeri China

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 02 56 1838696 menilik-asal-mula-kembang-api-dari-negeri-china-OkCbUJjdlg.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Setiap tahun baru, hampir setiap orang di seluruh dunia merayakannya dengan kembang api atau petasan yang meriah. Ternyata, sejak awal kembang api memang digunakan dalam perayaan tahun baru. Lantas, bagaimana penemuannya pertama kali?

Legenda menceritakan, terdapat seorang juru masak China yang tidak sengaja menumpakan saltpeter (kalium nitrat) ke api masakan sehingga menghasilkan kobaran api yang menarik.

Saltpeter, bahan dari bubuk mesiu, kadang-kadang digunakan sebagai garam penyedap rasa. Penemuan bubuk mesiu ini tampaknya terjadi sekira 2000 tahun yang lalu, dengan petasan yang kemudian diproduksi selama dinasti Song (960-1279). Petasan tersebut dibuat oleh seorang biarawan China bernama Li Tian, yang tinggal di dekat kota Liu Yang di Provinsi Hunan.

Kembang api tersebut merupakan tunas bambu yang berisi bubuk mesiu. Kembang api ini diledakkan pada permulaan tahun baru untuk menakut-nakuti roh jahat.

Baca juga: Serba Serbi Kembang Api

Petasan atau kembang api modern diminati karena cahaya dan warnanya yang menakjubkan. Namun, pada zaman dahulu masyarakat lebih menginginkan kembang api yang memiliki suara keras (dikenal sebagai ‘gung pow’ atau ‘bian pao’), karena dipercaya dapat menakuti para roh.

Pada abad ke-15, kembang api adalah bagian tradisional dari perayaan lainnya, seperti kemenangan militer dan pernikahan. Asal-usul kembang api dari China sangat terkenal, meskipun terdapat kemungkinan bahwa kembang api benar-benar ditemukan di India atau Arab.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Objek 'Kembang Api' di Luar Angkasa

Selain meledakkan bubuk mesiu untuk petasan, masyarakat China dahulu juga menggunakannya untuk tenaga pendorong. Roket kayu yang berbentuk naga, menembakkan panah bertenaga roket pada para penyerbu Mongol saat 1279.

Para penjelajah menelaah pengetahuan mengenai bubuk mesiu, kembang api, dan roket, dan membawanya kembali pulang.

Orang-orang Arab di abad ke-7 menyebut roket sebagai anak panah China. Marco Polo tercatat membawa bubuk mesiu ke Eropa pada abad ke-13. Para tentara salib juga membawa informasi tersebut.

Banyak kembang api di zaman sekarang yang dibuat seperti ratusan tahun lalu. Namun, terdapat beberapa modifikasi, kembang api modern memiliki variasi warna seperti kuning, merah muda, dan biru aqua, yang tidak terdapat di masa lalu.

Pada 2004, Disneyland di California mulai meluncurkan kembang api menggunakan udara yang terkompresi, bukan bubuk mesiu. Waktu peledakannya menggunakan alat penghitung waktu elektronik.

Itu merupakan pertama kalinya sistem peluncuran digunakan secara komersial, dengan penghitungan waktu yang akurat serta pengurangan asap.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini