Fisikawan Meneliti Pergerakan Waktu dengan Cara Ini

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 10:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 02 56 1838704 fisikawan-meneliti-pergerakan-waktu-dengan-cara-ini-ccVDGRWWwx.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Para peneliti menggunakan campuran kloroform dan aseton untuk menciptakan kondisi di mana waktu dapat tampak bergerak mundur dalam hal tertentu. Penelitian ini tidak akan membawa waktu ke zaman purba, tetapi mungkin dapat menjelaskan mengapa alam semesta terus berada pada satu arah waktu yang berjalan ke depan.

Percobaan yang dilakukan oleh tim ahli fisika internasional berfokus pada fitur utama yang sering digunakan untuk mendefinisikan waktu, yaitu pergerakan energi.

Sebenarnya, waktu merupakan hal yang sederhana. Manusia dapat mengingat masa lalu, bukan masa depan. Namun, mengapa waktu tidak dapat berjalan bolak-balik?

Petunjuknya terdapat pada sesuatu yang disebut entropi. Dalam sebuah sistem yang terputus dari perolehan energi - seperti alam semesta - hal-hal cenderung beralih menjadi tidak teratur.

Baca juga: Peneliti Yakin Perjalanan Waktu Bisa Dilakukan

Dalam hukum termodinamika, itu berarti Anda tidak bisa menaruh benda panas di ruangan yang dingin dan berharap ruangan menjadi lebih dingin dan objek menjadi lebih panas. Benda yang panas cenderung mendingin.

Meskipun tidak menjelaskan alasan adanya waktu, termodinamika memberikan sebuah petunjuk. Berbagai percobaan telah menunjukkan bahwa pada tingkat kuantum, partikel pada umumnya akan berperilaku dengan cara yang bergantung pada kondisi awal, yakni mereka bergerak maju.

Baca juga: Ilmuwan Klaim Bisa Ciptakan Mesin Waktu

Tim penelitian mengamati kloroform, sebuah molekul yang terdiri dari atom karbon yang terhubung dengan satu hidrogen dan tiga atom klorin. Mereka menggunakan medan magnet yang kuat untuk membentuk inti atom karbon dan hidrogen saat molekul tersebut tersuspensi dalam aseton, dan memanipulasi sifat partikel yang disebut spin.

Hal ini memungkinkan mereka untuk 'mendengarkan' perilaku mereka saat perlahan memanaskan nukleus menggunakan resonansi magnetik nuklir. Penelitian ini mengungkapkan termodinamika setara dalam membalikkan waktu alam semesta yang sangat kecil.

"Kami mengamati aliran panas yang spontan dari sistem dingin ke sistem panas," tim tersebut menulis dalam penelitian tersebut.

Demonstrasi tersebut juga memberikan rincian yang menjanjikan mengenai mekanika kuantum dan termodinamika saling bertumpang tindih, yang masih diamati oleh para fisikawan.

Sederhananya, ini menunjukkan bagaimana panas dapat tersalurkan dengan cara yang aneh dengan aturan fisika kuantum, yang terdapat beberapa aplikasi teknis yang menarik.

Mengembangkan penelitian ini dari skala kecil menuju sistem makrsokopik seukuran alam semesta adalah sesuatu yang akan diselidiki di masa depan. Bagaimanapun, penelitian ini dapat membantu mengisi beberapa kesenjangan dalam memahami mengapa dimensi waktu hanya bergantung pada satu arah.

Penelitian ini diterbitkan di arXiv.org. Demikian dilansir dari Futurism.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini