Menilik Perkembangan Mesin Fotokopi yang Diciptakan Sejak 1937

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 207 1839909 menilik-perkembangan-mesin-fotokopi-yang-diciptakan-sejak-1937-Sm3T6hc70a.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mesin fotokopi secara resmi diciptakan pada 1937 oleh Chester Carlson saat ia menemukan sebuah proses yang disebut fotografi elektron. Carlson menciptakan mesin fotokopi karena ia menginginkan cara yang lebih mudah dan efisien untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.

Pekerjaan Carlson di sebuah kantor paten mengharuskannya membuat salinan dalam jumlah banyak setiap hari, yang mana pada saat itu merupakan hal yang sulit dan mahal.

Selama 15 tahun, Carlson berusaha untuk menyempurnakan cara mentransfer gambar dari satu lembar kertas ke kertas lainnya menggunakan listrik statis. Ketika ia menemukan ‘fotografi elektron’ ia segera mengajukan hak paten.

Baca juga: Ketahui Perkembangan Printer Komputer yang Muncul Sejak 1938

Setahun kemudian, yakni pada 1938, ia menamakan penemuannya tersebut dengan ‘Xerography’. Proses penyalinan Xerography berlanjut menjadi salah satu penemuan paling terkenal abad ke-20.

Carlson menerima pengakuan dari seluruh dunia atas penemuannya tersebut dan menjadi kaya raya karena telah menciptakan industri bernilai miliaran dolar. Ia bahkan menyerahkan hampir USD100 juta untuk amal dan yayasan sebelum kematiannya pada 1968.

Baca juga: Kenali Chester Carlson, Pengacara yang Temukan Mesin Fotokopi

Sebelum sukses dengan penemuannya, selama bertahun-tahun ia berusaha hingga akhirnya menemukan perusahaan yang bersedia membantunya mengembangkan prosesnya. Carlson kemudian bekerjasama dengan The Haliod Company yang kemudian dikenal sebagai Xerox Corporation.

Perusahaan Haliod memproduksi mesin xerographic otomatis pertama di dunia pada 1955, bernama Copyflo. Namun, tidak begitu sukses dibandingkan Xerox 914 yang merupakan mesin fotokopi dengan tombol pertama, diciptakan pada 1958.

Xerox 914 meraih kesuksesan yang luar biasa. Hanya dalam tiga tahun, pendapatan Haloid Xerox meningkat dari USD2 juta pada 1960 (ketika Xerox 914 pertama kali terjual) menjadi lebih dari USD22 juta pada 1963.

Pada 1975, perusahaan Ricoh mengembangkan RiCopy DT 1200 dan mulai bersaing dengan Xerox di pasaran, Pada dekade berikutnya, perusahaan yang dikenal di bidang fotografi mulai ikut memasuki pasar peralatan kantor.

Merek seperti Minolta, Panasonic, Toshiba, Sharp, Konica dan Canon mulai memproduksi mesin fotokopi kantor kecil yang menantang Xerox dalam industri fotokopi.

Para produsen menyadari bahwa Xerox amat diminati, hingga akhirnya setiap negara memiliki dealership lokal yang menawarkan pelayanan lokal, oleh masyarakat lokal, untuk bersaing dengan Xerox. Bisnis kecil lokal tentu saja tidak dapat dilakukan oleh Xerox yang merupakan perusahaan global.

Canon mungkin adalah perusahaan mesin fotokopi paling sukses dengan taktik ini. Pada 1985, mereka telah menjadi perusahaan mesin fotokopi terkemuka di dunia dan memproduksi mesin fotokopi warna pertama.

Para pesaing Xerox berusaha untuk mengubah sebutan ‘mesin Xerox’ untuk mesin fotokopi yang mereka produksi. Kata ‘Xeroxing’ kemudian juga berubah menjadi ‘copying’ dan ‘mesin Xerox’ beralih menjadi ‘mesin fotokopi’.

Hingga kini, Xerox terus menjadi salah satu perusahaan ternama yang paling berpengaruh dan terpercaya di dunia, meskipun tidak lagi merajai industri fotokopi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini