Penemuan Simbol "@" Berperan dalam Perdagangan hingga Hubungkan Manusia di Dunia

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018, 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 05 207 1840453 penemuan-simbol-berperan-dalam-perdagangan-hingga-hubungkan-manusia-di-dunia-zlyeSTOX6w.jpg (Foto: Erik Marinovich/Smithsonianmag)

JAKARTA - Anda pasti sering melihat simbol @ atau ‘at’ entah di smartphone atau di komputer Anda. Tahukah Anda apa sebenarnya arti simbol tersebut dan bagaimana awal penemuannya?

Terdapat suatu teori tentang asal mula simbol @. Pada abad pertengahan, para biarawan mencari cara cepat saat menyalin manuskrip, mereka mengubah kata Latin “menuju” menjadi “a” dengan bagian belakang “d” sebagai ekor.

Ada pula yang mengatakan berasal dari kata Prancis “at” yakni “à” dengan ujung pena yang menyapu sekitar bagian samping dan atas. Penggunaan pertama terdokumentasi pada 1563, dalam sebuah surat oleh Francesco Lapi, seorang pedagang Florentine, yang menggunakan @ untuk menunjukkan unit dari anggur yang disebut amphorae.

Baca juga: Perjalanan William Jones sang Penemu Simbol Bilangan Pi

Simbol tersebut kemudian memiliki peran bersejarah dalam perdagangan. Para pedagang telah lama menggunakannya untuk menandakan "harga satuan" - misalnya "5 pensil @ Rp2000" yang mengartikan jumlah totalnya Rp10.000 bukan Rp2000.

Mesin tik pertama yang dibuat pada pertengahan 1800-an tidak terdapat simbol @. Demikian pulan, @ tidak termasuk dalam susunan simbol dari sistem tabulasi punch-card (pertama kali digunakan untuk mengumpulkan dan memproses sensus AS di 1890), yang merupakan pendahulu pemrograman komputer.

Baca juga: Menilik Asal Usul Terciptanya Emoticon Sejak 1881

Pada 1971, seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson menghadapi masalah, yaitu bagaimana menghubungkan orang-orang yang memprogram komputer satu sama lain. Pada saat itu, setiap pemrogram biasanya terhubung ke mesin mainframe tertentu melalui koneksi telepon dan mesin teletype (keyboard dengan printer built-in).

Namun, komputer-komputer tersebut tidak terhubung satu sama lain. Permasalahan tersebut ditangani oleh pemerintah AS dengan bantuan perusahaan BBN Technologies, Cambridge, Massachusetts, perusahaan tempat Tomlison bekerja, untuk mengembangkan jaringan Arpanet, pendahulu internet.

Tantangan Tomlinson adalah bagaimana mengalamatkan pesan seseorang yang dikirim melalui Arpanet dapat sampai ke orang lain di komputer yang berbeda.

Simbol yang memisahkan dua elemen alamat belum bisa digunakan secara luas dalam program dan sistem operasi agar komputer tidak bingung. Mata Tomlinson kemudian tertarik pada simbol @, di atas “P” pada teletype Model 33.

“Saya mencari simbol yang tidak banyak digunakan. Tidak terdapat banyak pilihan. Saya bisa menggunakan tanda yang sama, tanda seru atau koma, tapi itu tidak masuk akal,” tutur Tomlinson.

Akhirnya pilihannya jatuh pada simbol @. Dengan sistem penamaannya tersebut, ia mengirim email pada diri sendiri melalui teletype di kamarnya ke teletype yang berbeda yang juga terdapat di kamarnya, menggunakan Arpanet.

Tomlinson, yang masih bekerja di BBN, mengatakan bahwa ia tidak ingat apa yang ia tulis dalam email pertama itu. Namun, dengan pesan tersebut, kini simbol @, yang dulu hampir usang, telah menjadi simbolis sebuah revolusi terhubungnya manusia di dunia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini