Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 10:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 56 1840464 mikhail-kalashnikov-sang-penemu-ak-47-yang-menyesali-inovasinya-rdDtXK3AHg.jpg (Foto: Jens Meyer/AP/Theguardian)

JAKARTA - Letnan Jenderal Mikhail T. Kalashnikov merupakan perancang salah satu senjata paling populer sepanjang sejarah, AK-47. Senapan tersebut pertama kali diluncurkan pada 1974 dan masih diproduksi hingga hari ini.

Kalashnikov lahir pada 10 November 1919, di Kuriya, Krai Altai, RSFS Rusia. Ia tumbuh di keluarga besar petani dan menjalani sedikit pendidikan formal.

Kalashnikov awalnya bercita-cita menjadi seorang penyair, tetapi impiannya tidak terwujud karena ia bergabung dengan militer Rusia pada 1938. Saat sedang bertugas di divisi tank, ia mengerjakan beberapa penemuan untuk mengimprovisasi fungsi tank.

Pada 1941, ia terluka dalam pertempuran Bryansk melawan Nazi Jerman, dan selama di rumah sakit, seiring kesembuhannya ia mulai menciptakan rancangan senapan otomatis.

Baca juga: Kenali Douglas Engelbart sang Penemu Mouse Komputer

Tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, Kalashnikov menyelesaikan karya senapan otomatis tipe baru, AK-47. Desainnya terpilih dalam sebuah kompetisi dan masuk dalam produksi.

AK-47 terbukti mudah digunakan dan bersih, serta bekerja dengan baik dalam berbagai lingkungan berbeda, dari padang pasir hingga hutan. Nama AK-47 berasal dari ‘Avtomat Kalashnikov’ atau ‘Automatic Kalashnikov’, dan sering disebut juga sebagai ‘Kalashnikovs’.

Saat ini, senapan tersebut tetap menjadi salah satu merek paling terkenal milik Rusia. Sekira 100 juta senapan Kalashnikovs diproduksi sejak awal dirilis. Kemampuannya menjadikannya sebagai senjata favorit bagi berbagai kelompok bersenjata, dari militer hingga teroris.

Baca juga: Sejarah Inframerah yang Diungkap oleh Penemu Planet Uranus

Namun, Kalashnikov kemudian mengungkapkan penyesalan atas mereka yang menggunakan penemuan berharganya tersebut.

"Sangat menyakitkan bagi saya untuk melihat berbagai orang kriminal menggunakan senjata saya,” kata Kalashnikov, menurut sebuah laporan Reuters.

Setelah mengembangkan AK-47, Kalashnikov bekerja menciptakan senjata api lainnya. Ia merancang beberapa jenis senapan mesin dan akhirnya meraih pangkat jenderal.

Kalashnikov dianggap sebagai harta nasional Rusia. Pada 2004, sebuah museum didirikan sebagai bentuk penghormatan padanya, di Izhevsk, sebuah kota Rusia yang memproduksi banyak senjata rancangan Kalashnikov.

Ia juga memperluas mereknya pada tahun yang sama dengan menggunakan nama terakhirnya untuk nama vodka.

Meskipun usianya semakin tua, Kalashnikov bekerja sebagai konsultan untuk mengembangkan kesepakatan senjata. Ia juga menulis beberapa buku, termasuk otobiografi.

Pada 2009, Kalashnikov merayakan ulang tahunnya yang ke-90 pada sebuah acara khusus di Central Russian Army Museum. Menurut sebuah laporan FOX News, Vladimir Putin mengirimkannya sebuah pesan tertulis berbunyi, “Senapan Kalashnikovs adalah simbol jenius kreatif masyarakat kita”.

Kesehatannya menurun pada akhir 2012, ia menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit jantung di Izhevsk. Terdapat beberapa laporan yang bertentangan dengan kondisinya saat itu, tetapi secara umum kesehatannya memang sedang ringkih. Kalashnikov kemudian wafat pada 23 Desember 2013 di usia 94 tahun.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini