Ilmuwan Ungkap Alkohol Sebabkan Kerusakan DNA

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018, 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 56 1840706 ilmuwan-ungkap-alkohol-sebabkan-kerusakan-dna-GTrhpxphpM.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Para ilmuwan di Inggris menemukan penjelasan yang masuk akal mengenai konsumsi alkohol yang mengakibatkan kanker. Dalam penelitian terhadap tikus, mereka menemukan bahwa alkohol dapat merusak DNA di dalam sel pembentuk darah.

Faktornya adalah senyawa kimia yang disebut acetaldehyde, sebuah produk sampingan dari proses metabolisme alkohol. Bila acetaldehyde tidak hancur, maka ia akan terbentuk dalam sel. Pada saat itulah ia merusak DNA, menurut penelitian Cambridge University's MRC Laboratory of Molecular Biology.

"Penelitian ini memberikan bukti yang sangat kuat bahwa metabolisme alkohol menyebabkan kerusakan DNA, ke seluruh sel induk penting yang terus menghasilkan jaringan," kata pemimpin penulis, Ketan Patel.

Baca juga: Ternyata! Ini Cara DNA Bisa Hadir di Bumi

Dengan menggunakan organisme hidup, para ilmuwan dapat mengamati cara tubuh merespon. Mereka memberi tikus tersebut alkohol yang diencerkan, atau etanol, kemudian menggunakan analisis kromosom dan pengurutan DNA untuk mengukur kerusakan genetik.

Mereka menemukan bahwa acetaldehyde dapat menghancurkan dan menyebabkan kerusakan double-stranded dalam DNA di dalam sel-sel, yang mengubahnya secara permanen.

Baca juga: Temuan 'DNA Gelap' Ungkap Evolusi Makhluk Hidup, Ini Penjelasannya!

Sel induk darah digunakan karena mudah direplikasi untuk analisis DNA, dan sel induk dapat menyebarkan kerusakan genetik ke seluruh tubuh.

Tubuh memang memiliki pertahanan terhadap acetaldehyde, sekelompok enzim yang disebut acetaldehyde dehydrogenases (ALDH). Bila dapat bekerja dengan baik, mereka akan menetralkan acetaldehyde dengan mengubahnya menjadi asetat, yang dapat digunakan untuk energi tubuh.

Untuk melihat bagaimana acetaldehyde mempengaruhi sel saat terbentuk, tim harus memodifikasi tikus secara genetis dengan mutasi yang mencegah sel induk darah menghasilkan salah satu enzim ini, ALDH2.

"Kami melihat sejumlah besar kerusakan DNA pada sel-sel tersebut. Beberapa DNA telah terhapus dan rusak, kami bahkan melihat bagian-bagian kromosom pindah dan tersusun ulang,” kata Patel.

Tikus dengan ALDH2 yang kurang, mengalami empat kali kerusakan daripada tikus yang memiliki ALDH2 normal. Pertahanan kedua merupakan sistem perbaikan, di mana tubuh mulai berusaha memperbaiki kerusakan DNA. Namun, beberapa orang memiliki mutasi yang menyebabkan satu atau kedua sistem pertahanan tersebut tidak bekerja.

"Penelitian kami menyoroti, jika tubuh tidak dapat mengolah alkohol secara efektif, maka risiko kerusakan DNA oleh alkohol akan lebih tinggi dan menjadi kanker tertentu. Namun, penting untuk diingat bahwa pembersihan alkohol dan sistem perbaikan DNA tidaklah sempurna, dan alkohol masih dapat menyebabkan kanker dengan cara yang berbeda, bahkan pada orang-orang dengan mekanisme pertahanan utuh,” tutur Patel, dikutip dari Science Alert, Jumat (5/1/2018).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini