China Akan Bawa Serangga dan Tanaman ke Permukaan Bulan

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018, 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 05 56 1840711 china-akan-bawa-serangga-dan-tanaman-ke-permukaan-bulan-D2NE2A9mqM.jpg (Foto: NASA)

BEIJING - Chinese Lunar Exploration Program (CLEP) atau dikenal dengan Program Chang’e, telah mengirim dua pengorbit dan satu pendarat di Bulan. Pada akhir tahun ini, dalam misi Chang’e 4, mereka akan mulai menuju ke sisi Bulan yang jauh, untuk mempelajari geologi lokal dan menguji efek gravitasi Bulan pada serangga dan tumbuhan.

Misi tersebut akan terdiri dari sebuah pengorbit relay yang diluncurkan di atas sebuah roket Long March 5 pada Juni 2018. Relay ini akan berada di orbit mengelilingi Earth-Moon L2 Lagrange Point, diikuti oleh peluncuran pendarat dan rover (kendaraan eksplorasi antariksa) enam bulan kemudian.

Selain seperangkat instrumen canggih untuk mempelajari permukaan Bulan, pendarat juga akan membawa container aluminium yang berisi benih dan serangga.

"Container tersebut akan mengirim kentang, biji Arabidopsis, dan telur ulat sutra ke permukaan Bulan. Telur itu akan menetas menjadi ulat sutra, yang bisa menghasilkan karbodioksida, sedangkan kentang dan biji mengeluarkan oksigen melalui fotosintesis. Bersama-sama, mereka dapat membentuk ekosistem sederhana di Bulan," kata Zhang Yuanxun, kepala perancang container.

Baca juga: Asteroid 2017 YZ4 Lintasi Bumi dan Bulan Sekaligus

Misi ini juga akan menjadi misi pertama menuju daerah yang belum terjelajahi di sisi jauh Bulan.

Daerah tersebut adalah Kutub Selatan-Aitken Basin, wilayah dampak yang luas di bagian selatan.

Baca juga: Proyek Stasiun Luar Angkasa untuk Kirim Manusia ke Bulan

Dengan diameter 2.500 kilometer, dan kedalaman 13 kilometer, wilayah tersebut merupakan cekungan terbesar di Bulan dan salah satu yang terbesar pula di Tata Surya. Cekungan tersebut sangat menarik bagi para ilmuwan, bukan hanya karena ukurannya, tetapi pada beberapa tahun terakhir telah ditemukan bahwa terdapat banyak air es di sana.

Sejak 1960-an, beberapa misi telah menjelajahi kawasan ini dari orbit, termasuk misi Apollo 15, 16 dan 17, Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), dan pengorbit Chandrayaan-1 India.

Misi terakhir (2008) juga melibatkan pengiriman Moon Impact Prob ke permukaan untuk memicu pelepasan material, yang kemudian dianalisis oleh pengorbit. Misi tersebut mengonfirmasi adanya air es di Aitken Crater, sebuah penemuan yang dikonfirmasi setahun kemudian oleh LRO NASA.

Berkat penemuan tersebut, terdapat beberapa orang di komunitas eksplorasi antariksa yang telah menyatakan bahwa cekungan South Pole-Aitken akan menjadi lokasi ideal di Bulan.

Dalam hal ini, misi Chang'e 4 sedang menyelidiki kemungkinan manusia hidup dan bekerja di Bulan. Demikian dilansir dari Science Alert.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini