Wilayah Zona Mati Meningkat 4 Kali Lipat, Kehidupan Laut Terancam

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 06 56 1841034 wilayah-zona-mati-meningkat-4-kali-lipat-kehidupan-laut-terancam-z5HW4VTVZI.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Zona mati adalah wilayah air yang mengandung oksigen rendah atau nol. Wilayah tersebut merupakan masalah serius karena banyak hewan yang sekarat dan mati di sana.

Sebuah penelitian baru meninjau bukti tentang zona oksigen rendah, yang dikumpulkan di seluruh dunia, dan menemukan bahwa wilayah perairan yang mematikan di samudera tersebut jumlahnya telah meningkat empat kali lipat sejak 1950-an.

"Oksigen sangatlah penting bagi kehidupan di samudera. Penurunan oksigen laut merupakan salah satu dampak paling serius dari aktivitas manusia di lingkungan Bumi," kata Denise Breitburg, penulis utama dan ahli ekologi laut dengan Smithsonian Environmental Research Center. Ia adalah bagian dari GO2NE (Global Ocean Oxygen Network), yang didirikan pada 2016 untuk atasi masalah ini.

Baca juga: Wow! Lautan Terdalam Ternyata Ada di Dekat Indonesia

Penelitian tersebut adalah tinjauan pertama yang mengambil pandangan global yang luas mengenai isu ini dan hasilnya tidak baik. Zona mati di pesisir, seperti di muara dan laut, telah meningkat 10 kali lipat sejak ’50-an, sebagaimana dilaporkan dari Science Alert.

Seiring menghangatnya iklim Bumi, tim memprediksi bahwa samudera akan terus kehilangan oksigen dengan cepat. Jurnal Science bahkan mengatakan, "Kepunahan besar dalam sejarah Bumi berkaitan dengan iklim hangat dan kekurangan oksigen di lautan".

Baca juga: Rupanya! Lautan Berlapis-lapis Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Perubahan iklim adalah masalah yang amat besar, terutama bagi samudera. Hal itu karena oksigen akan tertahan pada air yang hangat, sehingga jika suhu permukaan samudera meningkat maka oksigen menjadi lebih sulit turun ke dalamnya.

Polusi nutrisi seperti limpasan dari praktik pertanian juga berperan besar. Kandungan nabati, seperti fosfor dari pupuk, dapat dengan mudah terbawa ke sungai dan muara sehingga menciptakan ganggang yang menguras oksigen dari air, saat mereka mati dan membusuk.

"Kira-kira setengah dari oksigen di Bumi berasal dari lautan. Namun, efek gabungan dari polusi nutrisi dan perubahan iklim sangat meningkatkan jumlah dan besar wilayah 'zona mati' di perairan lepas serta pesisir, di mana oksigen terlalu rendah untuk mendukung sebagian besar kehidupan laut," kata Vladimir Ryabinin, sekretaris eksekutif Intergovernmental Oceanographic Commission yang membentuk GO2NE.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini