nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manuskrip Kuno 600 Tahun Jadi Inspirasi Games of Thrones

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 06 56 1841046 manuskrip-kuno-600-tahun-jadi-inspirasi-games-of-thrones-rdtq5JWOTc.jpg (Foto: University of Canterbury)

WELLINGTON - Bulan ini, tim ilmuwan Inggris akan berkunjung ke Selandia Baru untuk menyelidiki rahasia yang tersembunyi dalam manuskrip menakjubkan berusia 600 tahun dari Inggris abad pertengahan. Manuskrip unik tersebut diakuisisi oleh University of Canterbury (UC) di Christchurch, Selandia Baru, seratus tahun yang lalu.

Canterbury Roll menelusuri sejarah Inggris dari asal-usulnya yang mistis hingga Perang Mawar – perang saudara yang memperebutkan tahta Inggris antara Keluarga Lancaster dan Keluarga York, yang mendefinisikan sejarah bangsa dan bahkan menjadi inspirasi novel sekaligus film series terpopuler, yakni Game of Thrones.

"Kisah Games of Thrones berdasarkan dari Perang Mawar, dan ini adalah Perang Mawar yang berada di atas dokumen setinggi lima meter yang spektakuler,” kata Chris Jones, dari UC.

Baca juga: Manuskrip Voynich Berusia 15 Abad Ternyata Berisi Pesan Asli

Ia mengatakan, kisah tersebut menampilkan keterlibatan kedua tokoh dalam Perang Mawar, awalnya dibuat dari sisi Lancastrian dalam konflik, tetapi jatuh ke tangan Yorkist dan sebagiannya ditulis ulang.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Dokumen Paling Misterius Abad Pertengahan, Ternyata Ini Isinya

Dokumen yang dibuat pada 1420-an, telah dipelajari secara ekstensif. Namun, para peneliti berpikir bahwa naskah kuno tersebut belum mengungkapkan seluruh rahasianya. Sebuah tim dari Nottingham Trent University akan mencari tulisan tersembunyi dan fitur lainnya menggunakan peralatan pencitraan canggih.

"Ilmunya itu sendiri adalah hal yang baru, ini merupakan karya terobosan yang belum pernah diterapkan pada jenis manuskrip ini," kata Jones.

Para staf serta mahasiswa telah bekerja untuk menerjemahkan manuskrip itu dari bahasa Latin aslinya dan mendigitalisasinya. Mereka berharap dokumen itu tersedia untuk umum pada akhir tahun ini.

Sejauh ini, bagian pertama dokumen tersebut sudah bisa diakses di situs universitas. Demikian dilansir dari International Business Times.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini