Linus Torvalds, Penemu Linux yang Tak Puas dengan Sistem Operasi Microsoft

Lely Maulida, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018, 07:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 06 56 1841157 linus-torvalds-penemu-linux-yang-tak-puas-dengan-sistem-operasi-microsoft-CqlZWn7k68.jpg (Foto: BGR)

JAKARTA – Sistem operasi Windows memang banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia, namun tahukah Anda ada sistem operasi lain bernama Linux?

Linux adalah sistem operasi yang open source serta gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. Lain halnya dengan Windows, Linux memungkinkan penggunanya untuk memperoleh kode sumber dan mengubahnya, lantas siapa penemu Linux?

Linux ditemukan Linus Torvalds yang merupakan seorang insinyur software Finlandia. Linus Torvalds lahir pada 1969 di Helsinki, Finlandia dari pasangan Nils dan Anna Torvalds.

Baca: Penemu Linux Marah ke Intel Gara-Gara BugMeltdown dan Spectre

Orangtua penemu Linux itu merupakan anggota dari sebuah partai komunis 1960-an yang bercerai ketika Linus berusia 10 tahun. Saat masih kecil, ia dikenal sebagai anak yang fokus dan introvert.

Linus Torvalds lebih gemar membaca dan belajar sendiri dalam berolahraga dan aktivitas fisik lainnya. Kakeknya merupakan seorang penyair ternama Finlandia bernama Ole Torvalds. Ole memiliki Commodore VIC-20 (home computer) di mana Linus pertama kali belajar pemrograman.

Penemu Linux itu kemudian mendaftarkan dirinya di Helsinki University untuk belajar pemrograman komputer pada 1988. Selanjutnya ia cuti 11 bulan untuk menjalani wajib militer hingga 1990 dan kembali melanjutkan studi.

Pada 1991, Linus Torvalds membeli komputer pertamanya, namun ia tidak puas dengan dengan sistem operasi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System) yang saat itu digunakan. Ia lebih memilih OS UNIX yang terpasang pada komputer kampusnya.

Sejak saat itu ia merasa bahwa ia memiliki keahlian hingga memutuskan untuk mengembangkan OS berbasis UNIX pada komputer miliknya sendiri. Setelah berbulan-bulan berusaha dan konsisten melakukan pemrograman, Linus dapat mengembangkan versi dasar dari Linux pertama.

Ia mem-posting software Linux besutannya itu di internet agar bisa di download orang lain. Linus juga merilis kode sumbernya secara umum, yang artinya siapa pun memiliki kemampuan untuk memodifikasi sesuai keinginan mereka.

Baca juga: Microsoft Gandeng Fujitsu Kembangkan Solusi AI Baru, Seperti Apa?

Menjelang dewasa, Linus kemudian menikah dengan Tove Torvalds, seorang juara karate nasional Finlandia. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua di antaranya lahir di Amerika Serikat.

Berkat keberhasilannya mengembangkan Linux, Linus Torvalds mendapat penghargaan Millennium Technology Prize pada 2012, yakni penghargaan Nobel di dunia teknologi. Ia juga memegang 35 paten dan terus berinovasi menyediakan software gratis untuk penggemar Linux di seluruh dunia. (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini