Fosil Berusia 385 Juta Tahun Ungkap Nenek Moyang Hiu

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 56 1841858 fosil-berusia-385-juta-tahun-ungkap-nenek-moyang-hiu-AHz94DluG3.jpg (Foto: Blogs.reuters)

JAKARTA - Sebuah fosil hiu berusia 385 juta tahun mengungkap makhluk prasejarah yang merupakan nenek moyang hewan air tersebut. Hiu prasejarah hidup selama periode Devon, saat hewan berkaki empat mulai mendominasi proses evolusioner.

Hiu prasejarah, yang ditemukan pada 2001, termasuk spesies Gladbachus adentatus. Spesies ini dinamakan atas sebuah kota di Jerman, Bergisch Gladbach, yakni tempat hiu itu ditemukan.

Sebelumnya, para peneliti menduga bahwa hiu itu memiliki rahang tanpa gigi. Namun, baru-baru ini analisis baru menemukan ia mempunyai gigi.

Michael Coates, seorang profesor di Department of Organismal Biology and Anatomy di University of Chicago, yang merupakan peneliti utama studi ini, mengatakan bahwa hiu tersebut tidak seperti fosil hiu lainnya yang sudah berantakan saat ditemukan. Hiu prasejarah ini ditemukan dengan tulang-tulang yang masih pada tempatnya.

Baca juga: Hiu Usia Terpanjang di Dunia Hidup hingga 600 Tahun

Para ilmuwan melakukan pemindaian pada hiu prasejarah itu, satu-satunya yang pernah ditemukan pada periode Devon, untuk menemukan bahwa hiu dan nenek moyang manusia berpisah sekira 440 juta tahun lalu selama periode Silurian.

Baca juga: Hiu Berusia 80 Juta Tahun Miliki 300 Gigi, Nih Penampakannya!

Fosil tersebut juga mengungkap banyak informasi tentang sejarah evolusioner hiu. "Fosil itu mengungkapkan informasi baru tentang keragaman hiu terdahulu yang belum pernah kita akses sebelumnya," kata Coates.

Namun, informasi baru ini juga mempersulit pemahaman para peneliti tentang keturunan ikan hiu. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa evolusi hiu memiliki lebih banyak cabang daripada yang diketahui sebelumnya, beberapa di antaranya terkonvergensi. Hal ini menyebabkan perkembangan ciri hiu modern, seperti insang ganda dan tenggorokan panjang.

Temuan penelitian baru telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B. Demikian dilansir dari International Business Times, Senin (8/1/2018).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini