Bulan Pernah Bercahaya dan Panas seperti Matahari Dijelaskan Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 08 56 1841975 bulan-dahulu-bercahaya-dan-panas-dijelaskan-alquran-dan-sains-XIHyLaJpMl.jpg (Foto: @NASAMoon/Twitter)

JAKARTA - Bila manusia kini memandang ke langit di malam hari, maka akan ditemui bulan yang memantulkan cahaya matahari. Rupanya, dahulu bulan pernah bersinar, seperti dijelaskan dalam Buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah.

Hal itu diketahui melalui penelitian yang dilakukan oleh manusia. Penelitian menunjukkan bahwa bulan terbentuk sejak 4,6 juta tahun yang lalu.

Selama masa pembentukannya, bulan menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid. Karena suhu bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan yang sangat dahsyat di permukaan bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang-lubang besar yang dinamakan 'Maria' dan gunung-gunung tinggi dengan kawahnya yang dinamakan 'Craters'.

Baca juga: Bulan Terbelah dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Kemudian, kawah-kawah itu menumpahkan lahar-lahar dalam volume yang sangat besar dan lahar-lahar itu mengisi lubang-lubang besar tersebut. Gunung-gunung di bulan menjadi tidak aktif dan lahar-lahar berhenti mengalir. Dengan demikian, matilah bulan.

Sebelum manusia mengetahui bahwa bulan awalnya pernah bersinar, kemudian mati, Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap hal tersebut.

Baca juga: Subhanallah, Alquran dan Sains Jelaskan Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas," bunyi Surah Al Isra' Ayat 12.

Ayat tersebut menunjukkan adanya suatu fakta ilmiah yang baru bisa diketahui umat pada abad ke-20, yaitu bahwa bulan pada mulanya adalah sebuah planet yang menyala.

Bulan Meledak di Permukaan Matahari

Dalam buku 'Sains dalam Alquran', disebutkan bahwa penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa bulan terus-menerus menjauh dari Bumi. Pakar astronomi mengatakan bahwa bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi, terus-menerus menjauh dari Bumi sejauh 3 sentimeter per tahun.

Gerakan menjauh ini pada suatu saat nanti akan membawa bulan masuk pada area yang terdampak oleh medan gravitasi matahari. Hal ini akan menyebabkan bulan kelak meledak di permukaan matahari.

Fenomena ini benar-benar selaras dengan ayat Alquran yang menyatakan, "Dan matahari dan bulan dikumpulkan," Surah Al Qiyamah Ayat 9.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini