GoPro Keluar dari Bisnis Drone Setelah PHK Ratusan Karyawan

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018, 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 09 207 1842226 gopro-keluar-dari-bisnis-drone-setelah-phk-ratusan-karyawan-OZpkBIWozn.jpg (Foto: The Verge)

JAKARTA GoPro memutuskan untuk keluar dari bisnis drone. Perusahaan menilai bisnis drone kini sangat kompetitif sehingga tantangan yang dihadapi semakin berat, apalagi untuk meraup keuntungan.

Keputusan itu disampaikan GoPro dalam laporan pendapatan perusahaan hari ini (9/1). GoPro juga mengungkapkan tak akan lagi menjual drone Karma, dan penjualan sebelumnya menjadi penjualan terakhir untuk Karma.

Baca: GoPro PHK 300 Karyawan, Ada Apa?

Sebelumnya GoPro juga telah mem-PHK ratusan karyawan dan mengurangi gaji CEO-nya Nicholas Woodman, demi mengelola keuangan perusahaan yang tengah krisis.

Drone Karma pertama kali diperkenalkan pada akhir 2016, namun produk tersebut tak sempurna baik dari sisi produk maupun penjualan. Drone Karma bahkan pernah mengalami kendala hingga terjatuh saat diterbangkan.

GoPro kemudian merugi senilai USD373 juta pada 2016, meski mencatat pendapatan yang meningkat pada 2017. Dalam laporan pendapatannya kali ini, GoPro mengatakan bahwa meski Karma mencapai posisi pasar kedua pada 2017, perangkat itu menghadapi tantangan di pasar yang sangat kompetitif.

GoPro juga menuduh aturan yang membatasi drone di Eropa dan AS mengurangi total pasar yang ditargetkan perusahaan di masa mendatang.

“Faktor-faktor ini membuat pasar drone tak dapat dipertahankan dan GoPro akan keluar dari pasar setelah menjual persediaan Karma yang tersisa,” kata GoPro dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporannya, GoPro mencatat pendapatan kuartal keempat 2017 sekira USD340 juta. Ini merupakan jumlah dengan penurunan yang besar ketimbang kuartal yang sama di 2016, bahkan lebih rendah dari perkiraan awal.

Baca juga: Sempat Ditarik, Drone GoPro Karma Akan Kembali Mengudara

Pencapaian ini juga menjadi keuangan terburuk perusahaan sejak GoPro mendeklarasikan untuk go public pada 2014. Demi mengatasi hal itu, GoPro memangkas harga kamera Hero 6 menjadi USD399. Sebelumnya, kamera itu dibanderol seharga USD499.

Nicholas Woodman menyatakan akan mengubah bisnis perusahaan di tahun ini.

“Roadmap hardware dan software baru perusahaan yang dikombinasikan dengan biaya operasional yang rendah akan memungkinkan GoPro kembali tumbuh,” ujarnya. Demikian seperti dilansir The Verge, Selasa (9/1/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini