Mantan Karyawan Google Gugat Perusahaan, Ada Apa?

Lely Maulida, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 15:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 09 207 1842348 mantan-karyawan-google-gugat-perusahaan-ada-apa-5DX9j48SC4.jpg (Foto: The Verge)

MOUNTAIN VIEW – Mantan engineer Google - James Damore menggugat perusahaan karena merasa didiskriminasi terkait pandangan politik konservatifnya. Damore dan pengacaranya - Harmeet Dhillon menggelar konferensi pers dan mengatakan bahwa Google mendiskriminasikan orang kulit putih, yang memiliki pandangan berbed dengan eksekutif Google.

Tak hanya Damore, mantan engineer Google seperti Dave dan Gudeman juga mengajukan hal yang sama. Damore kemudian bergabung dalam gugatan class action yang diajukan di Pengadilan Tinggi santa Clara di California Utara.

Baca: Google hingga Facebook Diizinkan Beroperasi di China, tapi...

Dalam gugatan itu tertulis “Karyawan Google yang mengekspresikan pandangan, menyimpang (berlawanan) dengan pandangan mayoritas Google terkait politik di tempat kerja dan relevan dengan kebijakan ketenagakerjaan dan bisnis Google, misalnya kebijakan mempekerjakan 'keragaman', 'sensitivitas bias', atau 'sosial keadilan ' dicabut, dianiaya, dan dihukum secara sistematis dan dihentikan dari Google, yang melanggar hak hukum mereka."

Damore sendiri dipecat Agustus lalu setelah ia membuat memo internal sebanyak 10 halaman mengkritik kebijakan keragaman perusahaan. Sejak saat itu ia menganggur.

Pengacara Damore mengatakan bahwa di California, pandangan politik seseorang adalah karakteristik yang dilindungi. Ia juga mengklaim bahwa yang dilakukan Google pada Damore adalah ilegal.

“Saya tidak ingin orang dipecat karena pandangan liberal mereka,” kata Harmeet Dhillon dalam konferensi pers itu. Ia menambahkan bahwa Damore dipecat 48 jam setelah memonya bocor dan tersebar di dunia maya.

Baca juga: Google Rekrut Engineer Apple Demi Chip Smartphone

Sementara itu, Damore menyebut sekira setengah orang di Google setuju dengan memo yang ia buat. Gugatan yang ia ajukan itu bertujuan untuk membantu Google menjadi perusahaan yang inklusif. Ia juga mengaku siap kembali bekerja di Google untuk mewujudkan keinginannya itu.

Sayangnya Google belum memberikan komentar terkait tuntuta yang dihadapinya tersebut. Demikian seperti dilansir Independent, Selasa (9/1/2018). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini