nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wallace Hume Carothers, Penemu Benang Nilon yang Berakhir Tragis

Qonita Chairunnisa, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 07:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 09 56 1842588 wallace-hume-carothers-penemu-benang-nilon-yang-berakhir-tragis-ryluBwqT2a.jpg Ilustrasi benang nilon (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wallace Hume Carothers adalah seorang penemu dan ahli kimia asal Amerika Serikat, yang menginovasikan nilon dan neoprene. Ia merupakan ilmuwan dan penemu yang cerdas dengan karir luar biasa, serta memiliki lebih dari 50 hak cipta.

Wallace H. Carothers lahir di Iowa pada 27 April 1896. Ia pertama kali mengambil pendidikan akuntansi, kemudian belajar sains (sambil mengajar akuntansi) di Tarkio College, Missouri.

Ia menjadi kepala departemen kimia saat masih menjadi mahasiswa. Wallace memang berbakat dalam bidang kimia, tapi alasan sebenarnya ia ditunjuk sebagai kepala karena kurangnya anggota dalam Perang Dunia I.

Wallace menerima gelar Master dan PhD dari University of Illinois. Ia kemudian menjadi profesor di Harvard, di sana ia memulai penelitiannya mengenai struktur kimia polimer pada 1924.

Baca juga: Linus Torvalds, Penemu Linux yang Tak Puas dengan Sistem Operasi Microsoft

Pada 1928, perusahaan kimia DuPont membuka sebuah laboratorium penelitian untuk pengembangan bahan buatan. Wallace meninggalkan posisinya di Harvard untuk memimpin divisi riset di Dupont.

Pengetahuan dasar tentang molekul polimer ada saat Wallace mulai bekerja di sana. Wallace dan timnya merupakan orang-orang pertama yang menyelidiki asetilena pada bahan kimia.

DuPont mulai memproduksi neoprene, karet sintetis yang dibuat oleh lab Carothers, pada 1931. Tim peneliti kemudian beralih ke serat sintesis yang bisa menggantikan sutra.

Baca juga: Sepak Terjang Norman Abramson sang Pelopor LAN

Pada 1934, Wallace Carothers telah membuat langkah signifikan. Ia menciptakan sutra sintetis dengan menggabungkan bahan kimia amina, heksametilena diamina, dan asam adipat untuk menciptakan serat baru.

Bahan-bahan tersebut dibentuk oleh proses polimerisasi dan dikenal sebagai reaksi kondensasi. Dalam reaksi kondensasi, molekul tersebut bergabung dengan air sebagai produk sampingan.

Dalam proses tersebut, air yang dihasilkan oleh reaksinya menetes kembali ke dalam campuran dan melemahkan serat. Wallace Carothers kemudian memperbaiki proses itu dengan menyesuaikan peralatan, sehingga air disuling dan dikeluarkan dari proses pembuatan agar serat lebih kuat.

Menurut DuPont, nilon hadir dari penelitian tentang polimer yang dilakukan oleh Wallace dan rekan-rekannya, pada awal 1930-an di DuPont's Experimental Station. Pada April 1930, seorang asisten laboratorium yang bekerja dengan senyawa ester –yang menghasilkan asam dan alkohol, atau fenol, yang bereaksi dengan air – menemukan polimer yang sangat kuat.

Serat poliester tersebut memiliki titik lebur yang rendah, tapi Wallace mulai beralih bekerja dengan amida, yang berasal dari amonia. Pada 1935, Wallace menemukan serat poliamida yang kuat baik untuk panas maupun pelarut. Ia mengevaluasi lebih dari 100 poliamida yang berbeda sebelum memilih satu, nilon.

Poliamida yang ditemukan Wallace dihasilkan dari asam adipat dan heksametilenadiamina. Bahan tersebut akhirnya dipilih untuk dikembangkan dan dikenal dengan Nylon-66, karena masing-masing molekul penyusun terdapat enam atom karbon.

Pada 1936, Wallace menikahi Helen Sweetman, rekan kerjanya di DuPont. Tragisnya, Wallace bunuh diri sebelum kelahiran anak pertamanya.

Sebelumnya, Wallace diduga mengalami depresi hebat. Depresi tersebut bertambah ketika adiknya meninggal dunia pada 1937.

Rekan peneliti di DuPont, Julian Hill, pernah melihat Wallace membawa racun sianida. Pada 29 April 1937, dua hari setelah hari ulang tahunnya, Wallace mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun mematikan itu.

Julian mengatakan, Wallace dapat menuliskan daftar semua nama penemu yang melakukan bunuh diri. Kini, namanya, Wallace Hume Carothers, telah masuk dalam daftar tragis tersebut.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini