Drone Terbang Tanpa Izin di Thailand Terancam Denda Rp41,6 Juta

Lely Maulida, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 16:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 10 207 1842983 drone-terbang-tanpa-izin-di-thailand-terancam-denda-rp41-6-juta-Y3aQUX1nEp.jpg (Foto: TechCrunch)

BANGKOK – Pengguna drone di Thailand diwajibkan untuk mendaftarkan perangkat mereka kepada pihak berwenang. Jika mereka tak terdaftar, dan kedapatan menerbangkan drone tanpa izin, konsekuensinya adalah hukuman 5 tahun penjara atau denda USD3.000 yang setara dengan Rp41,6 juta.

Ini merupakan aturan baru yang dikeluarkan pemerintah Thailand, dan mulai berlaku pekan ini. Sebelumnya, aturan ini telah disosialisasikan pada Oktober lalu.

Peraturan ini berlaku tak hanya untuk drone dalam penggunaan komersial, namun juga drone yang digunakan untuk rekreasi dan kepentingan penelitian. Artinya, aturan ini berlaku baik bagi warga Thailand hingga turis yang berkunjung ke negeri seribu pagoda tersebut.

Baca juga: Lebih Berisiko daripada Hantaman Burung, Drone Bahayakan Lalu Lintas Udara

“Siapapun yang menggunakan drone yang tidak terdaftar setelah aturan ini berlaku, risikonya denda 100.000 baht (Rp41,6 juta) atau hukuman penjara maksimal 5 tahun,” demikian bunyi kebijakan yang dikeluarkan oleh National Broadcasting and Telecommunication Office (NBTC).

Sementara itu, pengecualian berlaku untuk drone mainan dengan bobot dibawah 250 gram. Batasan ini mengikuti aturan yang juga berlaku di Amerika Serikat (AS).

“Semua jenis drone kecuali drone mainan, harus didaftarkan,” kata pejabat NBTC kepada AFP.

Sejauh ini, hampir 8.000 pesawat nirawak telah terdaftar secara resmi. Proses ini ditempuh dengan mendapatkan lisensi dari Otoritas Penerbangan Sipil setempat.

Drone belakangan memang menjadi sorotan pemerintah di berbagai negara. Pesawat nirawak itu dinilai dapat mengganggu kepentingan negara karena kemampuannya untuk mengangkasa dan merekam berbagai aktivitas.

Oleh karenanya berbagai negara membatasi aktivitas drone dan memberikan zona tertentu untuk digunakan secara bebas.

Di AS misalnya, telah memberlakukan zona terlarang untuk drone. Pengguna yang tak mengindahkan aturan tersebut dan dinilai mengancam, harus bersiap jika drone-nya ditembak oleh militer setempat.

Baca: Awas! Militer AS Ancam Tembak Drone yang Melewati Zona Terlarang

Juru bicara Pentagon Angkatan Laut, Kapten Jeff Davis mengatakan bahwa drone yang melanggar dapat disita dan panduan ini mampu memanfaatkan tindakan untuk menghentikan ancaman apa pun bahkan termasuk penonaktifan, penghancuran, serta pelacakan bergantung pada keadaan tertentu.

Sementara Pangkalan Angkatan Darat, dianggap sebagai zona larangan terbang selama bertahun-tahun. Taman nasional dan-stadion olahraga juga termasuk zona larangan di AS terutama ketika sebuah acara berlangsung. Demikian seperti dilansir Rappler, Rabu (10/1/2017). (lnm).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini